Manokwari, TopbNews.com – Pulau Mansinam, Kabupaten Manokwari, kembali menjadi sorotan wisata dunia setelah kedatangan kapal pesiar MV Coral Geographer yang membawa 100 wisatawan mancanegara pada pekan lalu.

Kegiatan yang digagas PT. Mozaik Wisata Papua bekerjasama dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia Provinsi Papua Baat ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Manokwari melalui Dinas Pariwisata, Polres Manokwari, dan pengelola situs setempat.
Dalam kunjungan, para wisatawan menikmati keindahan alam dan sejarah Mansinam, termasuk kunjungan ke Gereja Laharoi serta pertunjukan budaya masyarakat lokal.
Kunjungan kapal pesiar ini langsung memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Estimasi total valuasi mencapai Rp21,8 juta, dengan distribusi pada donasi untuk pemeliharaan situs, belanja souvenir dari UMKM lokal, serta pembayaran penari dan pemandu wisata setempat.
“Kunjungan kapal pesiar bukan hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga memberi dampak nyata bagi ekonomi warga”, ungkap salah satu panitia lokal.
Mayoritas wisatawan berasal dari Australia (96%), dengan sisanya dari Denmark, Amerika Serikat, dan Italia. Komposisi gender juga seimbang, 53 perempuan dan 47 laki-laki. Hal ini menunjukkan potensi besar pasar regional Pasifik sekaligus peluang untuk memperluas promosi ke Eropa dan Amerika.
Ketua HPI Papua Barat, Matias Rumbruren, menekankan pentingnya menjaga kebersihan destinasi.
“Kami berharap pemerintah memberi perhatian khusus pada pengelolaan sampah di Mansinam karena sangat berdampak pada citra wisata”, ujarnya.
Sementara itu, akademisi pariwisata UNIPA, Yansen Saragih menilai peningkatan kapasitas SDM menjadi kunci.
“Perlu lebih banyak warga lokal yang dilibatkan dalam pengelolaan wisata. HPI sudah banyak berkontribusi mendatangkan kapal pesiar, sehingga layak mendapat dukungan melalui skema hibah dan pelatihan-pelatihan”, jelasnya.
Kunjungan MV Coral Geographer membuktikan bahwa Mansinam memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan internasional. Selain memperkuat citra Papua Barat sebagai destinasi wisata religi dan budaya, acara ini juga memberi bukti nyata bahwa pariwisata kapal pesiar bisa menjadi mesin penggerak ekonomi lokal jika dikelola dengan baik dan berkelanjutan.
(*/red)