
Manokwari, TopbNews.com – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Vihara Buddha Prabha Manokwari, Minggu (28/9) malam, saat ratusan peserta dari berbagai komunitas berkumpul dalam acara Kopi Toleransi Vol. 2.
Kegiatan ini mengusung tema “Money & Mind – Strategi Mengelola Stres dan Keuangan dengan Bijak” yang menyatukan diskusi lintas iman, edukasi, dan hiburan dalam satu wadah interaktif.
Acara ini menghadirkan empat narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni Y.M. Sunanda Vamsa Thera, RM Yoseph Nugroho Tri Sumartono, Rinjani, dan Wa Ode Nurani Cahya Umar. Masing-masing memberikan perspektif berbeda mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental dan mengelola keuangan dengan bijak sebagai fondasi kehidupan yang seimbang.
Dalam pemaparannya, Y.M. Sunanda Vamsa Thera menekankan bahwa ketenangan batin dapat membantu seseorang mengambil keputusan finansial dengan lebih jernih.
“Kesehatan mental yang baik akan mempengaruhi cara kita berpikir, termasuk dalam mengelola uang. Jika pikiran kita penuh stres, maka sulit untuk membuat keputusan yang bijak”, ujarnya.
Sementara itu, RM Yoseph Nugroho Tri Sumartono mengingatkan pentingnya solidaritas sosial dalam menghadapi tantangan hidup.

“Mengelola keuangan bukan hanya soal diri sendiri, tetapi juga bagaimana kita bisa berbagi dan membangun komunitas yang saling menopang”, katanya.
Dari sisi psikologi, Rinjani, menjelaskan keterkaitan erat antara stres dan kondisi finansial. Ia memberikan tips praktis untuk mengurangi tekanan akibat masalah keuangan, seperti membuat perencanaan sederhana dan realistis.
“Stres sering muncul karena kita merasa tidak mampu mengendalikan situasi. Dengan perencanaan keuangan yang baik, kita bisa lebih percaya diri dan menurunkan risiko stres berlebihan”, jelasnya.
Sedangkan Wa Ode Nurani Cahya Umar, menambahkan pentingnya literasi keuangan sejak dini.
“Kesadaran mengelola keuangan harus dibangun dari hal-hal kecil. Mulai dari mencatat pemasukan dan pengeluaran harian, hingga merencanakan tabungan jangka panjang”, paparnya.
Selain diskusi, acara ini juga semakin hangat dengan coffee demo dari Kurasa Coffee dan PCC Prabha Coffee Corner, yang memperkenalkan seni meracik kopi kepada para peserta. Tidak ketinggalan penampilan musik dari Frequent C yang menambah nuansa akrab dan santai.
Menurut panitia penyelenggara, Kopi Toleransi Vol. 2 dirancang untuk menghadirkan ruang dialog yang inklusif.
“Kami ingin masyarakat belajar bersama, saling mendengar, dan memperluas wawasan. Kopi menjadi medium untuk mempertemukan banyak orang, sementara diskusi memberikan nilai lebih yang bisa dibawa pulang”, ungkap salah satu panitia.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Bank Sinarmas dan Panin Bank, sebagai wujud komitmen dunia usaha dalam mendorong literasi keuangan dan kesehatan mental masyarakat. Dukungan tersebut diapresiasi peserta sebagai bentuk sinergi positif antara lembaga keuangan dengan komunitas lokal.
Kopi Toleransi Vol. 2 bukan hanya sekadar ajang diskusi, melainkan juga wadah mempererat semangat toleransi di tengah masyarakat Manokwari yang majemuk. Melalui kegiatan lintas agama, budaya, dan profesi ini, diharapkan lahir pemahaman baru bahwa kesehatan mental dan keuangan adalah isu universal yang bisa dikelola bersama.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang memperlihatkan antusiasme peserta. Banyak yang mengaku mendapat perspektif baru sekaligus motivasi untuk lebih bijak dalam menghadapi stres dan mengatur keuangan.
Dengan kombinasi antara ngopi, edukasi, dan hiburan, Kopi Toleransi Vol. 2 berhasil menghadirkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus penuh makna, memperkuat semangat toleransi, dan menanamkan kesadaran akan pentingnya hidup seimbang antara pikiran, perasaan, dan kondisi finansial. (*)
Penulis : Marthina Marisan