
Mansel, TopbNews.com – Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Kabupaten Manokwari Selatan, menggelar Konferensi Cabang di Ransiki, Manokwari Selatan, Papua Barat, pada Rabu (1/10).
Ketua Dewan Pimpinan Daerah API Papua Barat Pdt Junaidy Saputro, S.Th menyampaikan, Konferensi ini adalah momentum penting bagi semua hamba Tuhan, bukan hanya untuk memilih dan menetapkan Ketua serta Pengurus API di tingkat kabupaten, tetapi juga untuk meneguhkan kembali panggilan pelayanan sebagai hamba-hamba Tuhan yang dipersatukan dalam wadah Asosiasi Pendeta Indonesia.
Ia menjelaskan, API hadir sebagai wadah kebersamaan para pendeta lintas denominasi dengan tujuan untuk memperkuat kesatuan, meningkatkan kapasitas pelayanan, serta menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam membangun bangsa, khususnya di Tanah Papua.
“Visi API adalah menjadi wadah pemersatu hamba-hamba Tuhan yang berintegritas, berkarakter Kristus, dan berdampak bagi Gereja, masyarakat, serta bangsa”, katanya.
Sedangkan Misi API adalah:
- Mempererat persekutuan, persaudaraan, dan kerjasama antar pendeta dari berbagai denominasi.
- Meningkatkan kualitas pelayanan hamba Tuhan melalui pembinaan, pelatihan, dan pendidikan berkelanjutan.
- Menjadi suara kenabian yang menyuarakan kebenaran, keadilan, dan perdamaian di tengah masyarakat.
- Menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, terutama pada aspek moral, spiritual, dan sosial kemasyarakatan.
- Mewujudkan pelayanan yang berdampak nyata bagi keluarga, gereja, dan masyarakat luas.
Melalui konferensi ini, Ketua API Papua Barat mengajak para hamba Tuhan untuk memilih pemimpin cabang API Kabupaten Manokwari Selatan yang takut akan Tuhan, memiliki integritas, serta mampu membawa organisasi ini maju dan relevan bagi zaman.

“Kita percaya bahwa kepemimpinan yang dilandasi kasih Kristus akan membawa API semakin kokoh, menjadi berkat bagi Gereja-Gereja, dan menjadi mitra yang mendukung pembangunan di daerah ini”, ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Ketua API Papua Barat, Junaedi Saputro mengajak hamba Tuhan untuk tetap menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, dan terus melayani dengan hati yang tulus.
“Karena pelayanan kita adalah bagian dari panggilan Allah yang mulia”, tutupnya.
Penulis : Tesan