

Maybrat, TopbNews.com – Kehadiran Lembaga Masyarakat Adat (LMA) rupanya sangat dinantikan oleh masyarakat di Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya.
Hal ini terungkap dalam kegiatan Sosialisasi dan Konsolidasi Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Distrik dan Kampung di Kantor Distrik Aitinyo, Jumat (6/10) yang diinisiasi LMA Kabupaten Maybrat.
Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Distrik Aitinyo, Benyamin Antoh dihadiri kepala kampung, aparatur kampung, tokoh Adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, perempuan dan tokoh pemuda.
Respon masyarakat akan kehadiran Lembaga ini disampaikan dalam sesi diskusi, dimana mereka mendesak agar Lembaga ini segera terbentuk.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran pengurus dari provinsi dan juga Ketua LMA Maybrat yang sudah mensosialisasikan lembaga ini kepada kami. Menurut saya Lembaga ini sangat baik untuk kita orang asli papua karena kami merindukan wadah yang dapat menampung aspirasi kami,” ucap Mustan Iek.
“Kita sudah lihat tadi 12 tahun perjalanan LMA di Papua Barat. Karena itu kami minta agar segera bentuk Lembaga ini di tingkat Distrik dan Kampung,” pinta Amos Asmuruf.
“Pengurus yang terbentuk di tingkat Distrik dan Kampung ini apa ada ketentuan khusus,” Kata Yohanes Antoh.
Menanggapi respon positif masyarakat, Ketua Harian LMA, Franky Umpain mengatakan, akan segera menindaklanjuti hasil pertemuan itu.
“Respon kehadiran Lembaga ini sangat baik untuk itu sebagai pengurus di Provinsi ini perlu kita sikapi dengan baik dengan menyiapkan sarana dan prasarana, struktur organisasi ini agar kedepan dari aspirasi-aspirasi yang disampaikan selama dua hari ini, ada kerinduan mereka memiliki wadah sendiri sebagai tempat
untuk mereka berdiskusi terkait masalah adat tapi juga sebagai tempat edukasi kebudayaan dan kebiasaan yang secara turun temurun ada,” jelasnya.
Terkait kepengurusan, Franky menyampaikan, organisasi ini dikerjakan dengan hati sehingga hanya diperlukan orang-orang yang memiliki komitmen untuk melayani dan menyatakan kesiapannya untuk konsisten melaksanakan tugas-tugas organisasi.

Lebih lanjut Franky menjelaskan, terkait kehadiran LMA secara berjenjang diharapkan kedepan dapat menjadi garda terakhir masyarakat dalam mengawasi setiap program pemerintah di tingkat distrik dan kampung terutama dalam hal pembangunan fisik dan program lainnya tetapi juga sebagai sarana sosialisasi kebijakan pemerintah seperti kebijakan negara melalui UU Otonomi Khusus (Otsus).
“Hal ini penting, agar kedepan tidak ada lagi statment yang menyatakan, Otsus gagal oleh karena minimnya sosialisasi atau informasi kepada masyarakat,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Franky juga menegaskan bahwa LMA bukan lembaga Politik dan pengurus LMA tidak berafiliasi dengan partai politik.
Senada, Ketua LMA Kabupaten Maybrat, Alfons Kambu mengatakan, LMA merupakan jembatan bagi masyarakat dan pemerintah. Sebagai wadah yang dapat menampung aspirasi dan juga menyampaikan aspirasi secara terstruktur.
“Kehadiran kami untuk memperkenalkan lembaga dan menyerahkan kewenangan kepada distrik untuk mediasi pembentukan LMA tingkat distrik, supaya kesalahan lalu tidak diulang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembentukan pengurus ditingkat Distrik diharapkan dapat berjalan secara mufakat pada 24 distrik sehingga segera dijadwalkan pelantikan dan raker.
“Khusus di Kabupaten Maybrat, kami targetkan dalam tahun ini. Tentunya setelah DPRK Otsus dan MRP PBD dilantik. Kami pastikan Kabupaten Maybrat yang pertama menggelar sosialisasi dan konsolidasi, maka akan menjadi yang pertama melaksanakan Pelantikan LMA pada 24 distrik yang tersebar di Kabupaten Maybrat,” tandasnya.
Penulis : Tesan