Kadishub Bintuni : AMB Laut Jawab Tantangan Wilayah 20 Ribu Kilometer Persegi

Bintuni, TopbNews.com – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Teluk Bintuni, Jandry Salakory menegaskan pengembangan Angkutan Masyarakat Bintuni (AMB) Laut menjadi kebutuhan strategis untuk menjawab tantangan geografis dan memperkuat konektivitas wilayah pesisir.

Hal itu disampaikan Kadishub dalam FGD Pemaparan Laporan Pendahuluan Kajian Water Taxi Teluk Bintuni TA 2026 di Aula Dinas Perhubungan, Selasa (2/9/2026).

Kadishub menyebut karakter geografis Teluk Bintuni yang luas membuat transportasi laut bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan penting.
Wilayah Teluk Bintuni memiliki 24 distrik, 115 kampung, 2 kelurahan, luas ±20.000 km² dan penduduk 85.875 jiwa pada akhir 2025. Kawasan yang didominasi teluk, pesisir, delta sungai dan hutan membuat transportasi air sangat vital.

“Untuk menjawab pergumulan dan tuntutan kebutuhan masyarakat di wilayah pesisir, maka kebutuhan akan AMB Laut ini menjadi suatu kebutuhan yang sangat prinsip,” tegas Kadishub.

Selama 20 tahun masyarakat sudah menggunakan AMB Darat. Namun setelah evaluasi, pemerintah melihat perlu memperluas layanan ke moda laut. Wilayah Sebyar, Aranday dan Kuri disebut sebagai kawasan yang membutuhkan konektivitas laut mendesak.

Kadishub memastikan AMB Laut tidak berdiri sendiri. Moda ini akan dirancang terintegrasi dengan AMB Darat agar terbentuk konektivitas darat-laut maupun laut-darat.

“Ke depan moda transportasi laut ini akan terintegrasi dengan moda transportasi darat. Tujuannya menjangkau setiap wilayah pesisir,” ujarnya.

Untuk penyusunan kajian, Dishub menggandeng PT Atlas Bandung yang berpengalaman dalam pengembangan transportasi laut di berbagai daerah. Keterlibatan konsultan diharapkan menghasilkan kajian yang kuat secara teknis, akademis, sosial dan kultur masyarakat Bintuni.

FGD ini juga melibatkan kepala distrik pesisir, LMA, tokoh pemuda, agama dan perempuan agar hasil kajian benar-benar sesuai kebutuhan pengguna.

“Kami butuh dukungan konstruktif supaya kajian PT Atlas betul-betul menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah pesisir,” ungkapnya.

Pengembangan AMB Laut diproyeksikan bukan hanya menghadirkan kapal, tetapi memperkuat akses ke pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, perdagangan serta ekonomi.

Dengan luasnya wilayah Bintuni, konektivitas laut diharapkan memperpendek jarak dan menjadi jalur penghubung utama. Hasil kajian nantinya jadi dasar kebijakan dan tahapan pengembangan AMB Laut ke depan. (*)

Penulis: Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!