
Bintuni, TopbNews.com – Puncak HUT ke-21 HIMPAUDI Kabupaten Teluk Bintuni berlangsung khidmat di Gedung Women Center, Senin (31/8/2026) dengan tema “Nyalakan Asa, Wujudkan Pengakuan dan Kesetaraan Guru PAUD”.
Kadiskbudpora Teluk Bintuni, Dr. Henry D. Kapuangan menegaskan PAUD adalah fondasi utama pembangunan SDM.
“Pendidikan anak usia dini ini menjadi dasar. Ketika kita salah membentuk karakter, maka ke depan juga pasti salah,” tegas Henry.
Menurutnya, tugas guru PAUD jauh lebih besar dari sekadar mengenalkan huruf dan angka. Di tangan guru PAUD, anak belajar kasih sayang, disiplin, tanggung jawab, hingga percaya diri.
“Jangan pernah merasa apa yang Bapak, Ibu lakukan adalah pekerjaan kecil. Setiap senyum, setiap kesabaran mendampingi mereka adalah investasi besar untuk masa depan Teluk Bintuni,” ujarnya.

Henry mengapresiasi guru PAUD yang mengabdi di wilayah terpencil, pesisir, hingga pedalaman. Ia meminta HUT ini tidak berhenti seremonial, tapi jadi refleksi untuk meningkatkan kompetensi guru, kualitas layanan, dan kolaborasi sekolah-orang tua-pemerintah.
Henry menyampaikan Pemkab Teluk Bintuni menargetkan penerapan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) mulai 2027.
PAUD HI tidak hanya soal pendidikan, tetapi juga mencakup kesehatan, gizi, perlindungan, dan keamanan anak.
“Kita libatkan Dinkes, DPPKB, Bappedalitbangda dan semua pihak. Draf Perbup sudah disampaikan ke Bupati. Ini kebijakan strategis untuk memproteksi anak usia dini,” jelasnya.
Henry juga menyoroti validasi data. Saat awal menjabat, ada sekitar 9.000 data siswa tidak masuk Dapodik. Kini sudah ditekan menjadi 400-500 data.
“Kalau 50 anak sekolah tapi di Dapodik hanya 30, maka 20 anak itu tidak dapat haknya dari pemerintah seperti BOSP dan BOP,” katanya.
Ia menegaskan sejak 2025 acuan bukan laporan bulanan, tapi sistem data pendidikan. “Siapa pun harus taat pada undang-undang.”
Ketua HIMPAUDI Teluk Bintuni, Blandina Ester Arsai mengatakan 21 tahun perjuangan HIMPAUDI belum mudah. Tema tahun ini mencerminkan harapan agar pengabdian guru PAUD mendapat perhatian adil.

“Semoga jerih payah dan ketulusan pendidik PAUD mendapat pengakuan profesi yang layak dari pemerintah,” ujarnya.
Rangkaian HUT juga diisi karnaval budaya anak PAUD. Blandina mengajak seluruh guru PAUD memperkuat solidaritas dan kompetensi.
“Mari jadikan usia ke-21 ini momentum memperkuat solidaritas. Anak-anak PAUD hari ini adalah calon pemimpin Teluk Bintuni di masa depan,” pungkasnya. (*)
Penulis: Marthina Marisan