
Maybrat, TopbNews.com – Ada yang menarik dalam Kegiatan Sosialisasi dan Konsolidasi Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Distrik dan Kampung yang dilaksanakan di Distrik Ayamaru Selatan.
Dalam diskusi tersebut, masyarakat meminta agar LMA membantu memfasilitasi anak-anak mereka yang belum memiliki pekerjaan.
“Kami punya anak-anak ini yang sudah selesai kuliah masih banyak yang menganggur. Tidak tahu mau kerja apa karena tunggu penerimaan pegawai juga belum pasti lolos. Jadi LMA kami minta bantuan untuk anak-anak kita ini agar mereka juga memiliki pekerjaan di tanah mereka,” ujar seorang warga.
Menjawab hal itu, Ketua LMA Kabupaten Maybrat, Alfons Kambu mengatakan, Lembaga Masyarakat Adat siap membantu persoalan tersebut, karena generasi muda adalah penerus bangsa.

“Menyangkut pengangguran, kami LMA memiliki mitra dengan Pusat. Karena itu LMA siap membantu bagi anak-anak kita untuk mengikuti pelatihan sertifikasi selama seminggu untuk mendapatkan sertifikat internasional sehingga bisa kerja ke luar negeri dan juga di dunia usaha lainnya,” jelasnya.
Anggota terpilih MRP Papua Barat Daya ini berharap, anak-anak yang telah selesai sarjana agar tidak hanya bermimpi menjadi PNS.
“Saya berharap kita punya anak-anak yang sudah selesai sarjana mohon supaya jangan tunggu jadi PNS saja, karena banyak dunia usaha lain yang bisa digeluti. LMA hadir untuk bentuk lembaga ini ditingkat distrik dan kampung, agar potensi kita ini dikelola anak-anak kita yang sekarang,” ujarnya sembari menambahkan LMA telah merintis usaha koperasi yang diharapkan nantinya akan berkembang di Kabupaten Maybrat untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
Hal lainnya yaitu terkait afirmasi TNI/Polri. Mereka meminta agar anak-anak mereka juga bisa diakomodir secara baik.
Ketua Harian LMA Papua Barat/Papua Barat Daya, Franky Umpain mengatakan, program afirmasi diperuntukkan 80 persen bagi orang asli Papua (OAP), namun tidak maksimal karena SDM yang minim.
“Kami minta 80 persen keberpihakan bagi orang Papua, tapi yang terjadi selama ini kita hanya mampu bisa mengisi 30 hingga 35 persen. Sisanya karena kita sudah minta 80 persen harus diisi oleh saudara-saudara kita yang lahir dan besar di Papua karena itu kuota yang kita sudah minta. Artinya kalau kita bisa mempersiapkan anak-anak kita, adik-adik kita agar 80 persen itu mereka bisa isi semua, itu akan lebih baik,” ujar Franky.
Menurut Franky peran orangtua sangat penting dalam hal ini. Orangtua harus mempersiapkan anak sejak SMP dan SMA bila ingin mengikuti jalur afirmasi TNI/Polri. Selain persiapan fisik, kesiapan mental jauh lebih utama.
“Kembali lagi kita harus mempersiapkan anak-anak kita jika ingin ikut afirmasi TNI/Polri. Fisik sudah pasti tapi mental jauh lebih penting. Pengalaman LMA selama ini, kita ini urus adik-adik dari masuk sampai pendidikan setelah bertugas mereka lari kita harus urus mereka kasih kembali lagi karena itu tadi mentalnya tidak siap. Setelah jadi tentara ditugaskan lari dari tempat tugas orang tua harus bawa kami lapor ke komandan untuk bawa mereka kembali lagi tugas,” cerita Franky.
Oleh karena itu, langkah program yang sedang LMA buat adalah dengan mencari bapa angkat bagi anak-anak papua.
“Jadi kami minta ke Panglima, bahwa mereka ini kalau mau jadi tentara dari SMP kelas 3 atau SMA kelas 1 dan 2 kita titip ke babinsa untuk diajar, dilatih supaya mereka tahu tempat lingkungan kerja mereka di satuan TNI atau Polri seperti apa. Babinsa menjadi orang tua angkat bagi meek, sehingga mental mereka menjadi kuat dan terbentuk, dan ini terus kita kawal dan tua-tua adat juga harus kawal,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Babinsa di Distrik Ayamaru Selatan, Yamin mengungkapkan, Rata-rata anak papua tidak lolos saat tes kesehatan.
“Untuk orangtua agar memperhatikan kesehatan anak-anaknya. Karena rata-rata mereka ada yang melakukan pengobatan di area sensitif sehinga tidak lolos kesehatan. Selain itu, mental mereka pun belum terasah baik serta kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol (mabuk),” ungkapnya.
Yamin meminta orangtua untuk mempersiapkan anak-anaknya dengan baik, karena menurutnya tentara tidak mengutamakan orang pintar, tapi diutamakan mental, loyal dan fisik bagus.
“Terimakasih untuk LMA yang sudah banyak membantu anak-anak kita melalui program afirmasi TNI/Polri dan IPDN,” tandasnya.
Penulis : Tesan