Jasa GrabFood Membantu Dongkrak Penjualan UMKM di Manokwari

Manokwari, TopbNews.com – Usaha kuliner milik anak muda Gen Z, Cikbar Fried Chicken, yang digagas Muhammad Syahdan, kini memasuki tahun ketiga sejak berdiri pada 2023. Kedai ayam goreng yang berlokasi di samping Kantor Lurah Manokwari Barat ini terus menarik minat pelanggan berkat harga yang terjangkau dan cita rasa yang digemari berbagai kalangan.

Cikbar Fried Chicken menawarkan menu dengan harga mulai dari Rp. 12.000,- hingga Rp. 60.000,-. Kedai ini buka setiap Senin hingga Sabtu, pukul 12.00–19.00 WIT, dan beroperasi khusus untuk pemesanan take away, tanpa menyediakan fasilitas makan di tempat.

Hal ini membuat banyak pelanggan, terutama kalangan anak muda, datang untuk membeli pesanan mereka secara langsung. Meski di Manokwari sempat menyediakan layanan antar melalui website lokal seperti WA-Aja, Syahdan mengakui jumlah penggunanya masih terbatas, sehingga tidak memberikan dampak besar terhadap penjualan.

Ia menyebut sebagian besar konsumen tetap lebih memilih datang langsung ke kedai. Memasuki 2025, layanan Maxim Food mulai dikenal masyarakat Manokwari. Namun, menurut Syahdan, dampaknya masih minim karena banyak driver enggan mengambil pesanan makanan akibat maraknya orderan fiktif yang merugikan mereka.

Kondisi ini membuat layanan tersebut belum mampu mendorong peningkatan penjualan secara signifikan. Sebaliknya, kedatangan GrabFood justru membawa angin segar bagi usahanya.

“Konsumen lebih percaya aplikasi GrabFood karena sudah berskala nasional. Dampaknya terasa lebih besar ke penjualan kami,” ujar Syahdan. Ia menilai kredibilitas sebuah aplikasi sangat mempengaruhi tingkat kepercayaan pengguna, sehingga menentukan pula arah perkembangan penjualan UMKM kuliner.

Syahdan berharap ke depan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan pemesanan makanan daring, terutama aplikasi yang memiliki jaminan keamanan dan sistem yang baik. “Kalau penggunanya makin banyak, penjualan kami juga bisa naik,” katanya.

Ia berharap kedepan semakin banyak masyarakat memanfaatkan layanan pesan-antar makanan yang terpercaya, sehingga penjualan di kedainya dapat meningkat. Meski demikian, pembelian langsung tetap menjadi sumber penjualan tertinggi, terutama dari kalangan anak muda yang mencari akses cepat untuk membeli makanan tanpa harus menunggu driver. (TOP-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!