
Manokwari, TopbNews.com – Rizky (37), seorang penjual bakso gerobak, menceritakan perjalanan usahanya yang telah ia jalani sejak tahun 2017 hingga saat ini. “Saya berjualan bakso menggunakan gerobak sejak tahun 2017 sampai sekarang 2025, sudah basik saya dari dulu ya berjualan bakso,” ujarnya ditemui TopbNews.com.
Setiap hari Rizky mulai berjualan pada pukul 10.30 WIT siang sampai dengan jam 21.00 WIT malam. Ia menyebut wilayah Papua memiliki tantangan tersendiri bagi pedagang seperti dirinya. “Ya kalau untuk di wilayah Papua ini ya mungkin tantangan terbesarnya adalah orang-orang mabuk, seperti itulah, dan juga tanjakan yang ekstrem,” jelasnya.
Selain waktu berjualan, Rizky juga menceritakan rutinitas paginya. “Jam setengah 5 pagi ke pasar di selepan daging dan setengah tujuh pulang bikin-bikin pentolan dan menyiapkan semuanya jam setengah sebelah tinggal berangkat,” katanya.
Untuk bersaing di tengah banyaknya penjual bakso, Rizky memiliki prinsip tersendiri. “Ya kita tetap menjaga kualitas lah, gimana caranya kita bersaing secara sehat dan juga kita sendiri di sini tau sendiri kan persaingan harga juga semakin ketat dan kita ya harus terutama mengutamakan pelayanan, yang kedua juga kita kebersihan, yang ketiga dari banyaknya penjual,” tegasnya.

Ia melanjutkan, “Yang pertama ya dengan kita menjaga kebersihan dulu, yang kedua kita menjaga rasa, yang ketiga keramahan yang penting itu saja bagi saya.”
Rizky juga mengungkapkan pendapatan hariannya, yaitu, “Kalau yang sering itu 75-80 porsi totalnya 1.100.000.”
“Ya saya berharap usaha saya semakin meningkatlah, namanya juga kita berbisnis, ya namanya pesaing sesama teman itu ada, tapi kita berharap sajalah yang ke depan kita semakin tambah maju to, sukses dan tetap bertahan seperti ini,” ujarnya dengan harapan.
Dengan kerja keras yang ia jalani setiap hari, Rizky berharap usahanya dapat terus berkembang dan bertahan di tengah tantangan yang ada. (TOP-02)