
Manokwari, TopbNews.com – Bupati Manokwari, Hermus Indou mengajak anak-anak Manokwari dari seluruh Nusantara yang berdomisili di Manokwari untuk bersama dan saling mendukung program pembangunan di Manokwari.
Ajakan ini disampaikan Bupati saat membuka kegiatan Konsultasi Publik 1 Penyusunan Dokumen RDTR Kawasan Perkotaan Warmare – Prafi, Kamis (30/11) di Gedung Sasana Karya Kantor Bupati.
Sebelumnya, Hermus menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi karena telah mendukung program perencanaan RDTR Warmare dan Prafi melalui dana provinsi. Menurut Hermus, kedepan seluruh anak-anak Manokwari yang saat ini menjabat di Pemerintah Provinsi Papua Barat agar dapat memprogramkan program pembangunan secara khusus di Kota Manokwari.
“Ayo anak-anak Manokwari yang saat ini duduk menjadi pejabat di Pemprov Papua Barat mari kita lebih peduli dan saling mendukung membangun Kota Manokwari tercinta,” ajak Hermus.
Hermus mencontohkan, jalan Esau Sesa yang setiap hari kita lalui posisinya sempit dan hanya 2 jalur. Sementara perkembangan kota terus berkembang dan kebutuhan jalan tidak seimbang dengan pertumbuhan kendaraan. Saran Hermus, ketimbang dana dikucurkan ke luar Manokwari, bijaksananya dikembangkan dulu jalan Esau Sesa.
“Sepertinya kitorang pu pejabat tuli dan buta melihat kondisi tersebut. Dana pembangunan seharusnya bisa difokuskan di Manokwari dulu sebagai Ibu Kota Provinsi,” sebut Hermus.
Sebagai kepala daerah sekaligus ketua partai, Hermus mengaku akan terus membuat program pembangunan yang fokus mengubah wajah kota Manokwari menjadi kota moderen dan ramah lingkungan.
“Bangunan-bangunan yang tidak layak agar diubah dan disarankan tidak dibangun. Bangunan yang merusak wajah manokwari mari kita perbaiki,” ajak Hermus.
Hermus juga memastikan wilayah pesisir Manokwari kedepan harus disusun dokumen perencanaan. Mulai dari Maruni sampai Bakaro dan Manokwari Utara hingga Sidey harus ditata dengan baik. Pesisir Teluk Doreh dari Pulau Mansinam hingga ujung Pelabuhan Manokwari mestinya tidak boleh ada pemukiman.
Harus ada ijin reklamasi dan dibuat kawasan tersebut lebih kompetitif, sehingga dapat dinikmati semua masyarakat manokwari dari berbagai kalangan.
“Biar warga tidak bepergian ke luar daerah dan betah libur di kota Manokwari,” urai Hermus.
Dirinya menambahkan, pemda akan membebaskan areal dari ujung bandara hingga lokasi Pasar Wosi. Pemda akan membebaskan lahan tersebut dan membuat transformasi besar agar ada perubahan ruang untuk menjadikan ikon kota manokwari.
Hermus mengatakan, banyak fungsi ruang di wilayah kota akan di relokasi fungsi ruang kembali.
“Karena fungsi ruang akan berurusan dengan aspek perijinan, maka setiap pelaku usaha dan pembangunan dapat mengacu RTRW dan RDTR,” sebut Hermus. (*)
Penulis : Hengki Kadiwaru