
Jayapura, TopbNews.com – Memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia 2025, Dinkes Kota Jayapura menggelar kampanye sekaligus senam bersama di area car freeday haltekam, Sabtu, 22 Maret 2025.
Meski hujan, tidak mengurangi semangat warga dan para komunitas untuk hadir dalam peringatan Hari Tuberkulosis 2025.
Kasie P2PM Dinkes Kota Jayapura, Yusnita Pabeno mengatakan, fokus Hari TB sedunia tahun 2025 selain memperluas akses pemeriksaan juga menyebarluaskan informasi tentang TPT (Terapi Pencegahan Tuberkulosis ) kepada mereka yang berisiko tertular TB.
“Ini salah satunya diberikan kepada teman-teman orang dengan HIV (ODHIV) juga kepada mereka yang berkontak dengan pasien TB, maka dengan petunjuk itu di tahun 2025 kami mengajak teman-teman komunitas yang punya resiko tinggi berkontak dengan pasien TB atau juga berisiko untuk terkena TB bersama sama peringati Hari TB Sedunia. Konsep acara yang digelarpun sangat sederhana yakni rekreasi, senam juga diiisi dengan memberikan informasi tentang TPT”, ungkapnya.
Masih menurut Yusnita, informasi mengenai TPT juga menjawab salah satu permasalahan di kota Jayapura yang memiliki cakupan pemberian terapi pencegahan tuberkulosis yang masih rendah.
“Jadi kalau ada pasien TB 1 orang berarti harus ada sekitar 8 orang yang kita lakukan pemeriksaan. Estimasinya bisa jadi hanya 4-5 orang yang mendapat TPT. Kalau kita melihat kasus TB d kota jayapura sekitar 2300, kita tinggal kalikan sekian berapa yang harusnya mendapatkan TPT. Tetapi Cakupan kita sampai dengan akhir tahun 2024 belum sampai 50 persen”, ungkapnya.
Dia menyebut, banyak faktor yang menyebabkan angka pasien TB di kota jayapura semakin tinggi.
“Selain juga minimnya kesadaran pasien untuk berobat, informasi terkait Terapi Pencegahan Tuberkulosis ( TPT ) ini juga masih termasuk baru”, jelasnya.
Dirinya berharap, semoga dengan adanya informasi terkait TPT menjadi awal bagi pihaknya menekan angka pasien TB di kota jayapura dengan bekerjasama dengan berbagai pihak.
“Pemberian TPT secara gratis bisa didapatkan di 14 puskesmas yang ada di kota Jayapura dan di Rumah Sakit. Mereka yang mendapatkan TPT ini adalah mereka yang mempunyai kontak dengan pasien TB yang diperiksa negatif”, terangnya.
Sementara itu, dokter Spesialis Paru, Viktor Manuputy yang turut hadir pada Hari TB Sedunia menjelaskan kasus TB di kota jayapura hingga saat ini cukup tinggi apalagi TB HIV.
Tindakan preventif untuk pencegahannyapun paling sederhana dan mudah. Yang paling utama adalah dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Dia menjelaskan, PHBS merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktekan atas dasar kesadaran sebagai upaya agar dirinya sehat dan aktif membantu kesehatan lingkungan di sekitarnya.
“Pencegahannya yang pertama dan utama PHBS dan selanjutnya untuk orang yang tinggal sejumlah dengan pasien TB, Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) ini yang tepat”, kata Ciktor.

Menurut Victor, pencegahan melalui TPT juga dapat diberikan kepada balita dengan pilihan obat khusus yang bisa diberikan untuk balita.
Diketahui TPT itu adalah pengobatan yang diberikan kepada seseorang yang terinfeksi kuman Mycobacterium tuberculosis dan berisiko sakit TB.
Dampak TPT dalam eliminasi Tuberkulosis adalah dapat mengurangi risiko TB sebesar 24-86% pada seluruh populasi berisiko termasuk yang terdiagnosis TB laten. Mengurangi risiko TB atau kematian akibat TB pada pasien HIV yang rutin mengkonsumsi ARV hingga 60%. Pasien anak yang mengkonsumsi TPT mengurangi risiko TB hingga 82%.
Laporan terbaru tentang case investment menegaskan bahwa implementasi skrining TB bersama dengan terapi pencegahan TB (TPT) berpotensi besar dalam menurunkan jumlah kasus dan kematian akibat TB. (*)
Penulis : NatYo