
Maybrat, TopbNews.com – Gubernur Provinsi Papua Barat Daya, Elisa Kambu, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh anak-anak A3 (Ayamaru, Aitinyo dan Aifat) yang telah menjadi berkat bagi tanah Papua, Gereja, dan Bangsa Indonesia.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada perayaan HUT Theofani ke-74 di Kabupaten Maybrat, yang berlangsung penuh sukacita dan semangat kebersamaan.
Dalam sambutannya, Gubernur Elisa menegaskan bahwa pemerintah mengakui kontribusi besar anak-anak A3 dalam berbagai bidang kehidupan. Ia menyebut keberadaan mereka yang tersebar di berbagai wilayah merupakan bukti nyata berkat Theofani yang terus hidup dan bekerja di tengah masyarakat.
“Kami dan pemerintah mengakui bahwa anak-anak A3 telah menjadi berkat bagi Tanah Papua, bagi bangsa ini, Gereja, dan masyarakat di tanah ini. Kita telah ada dimana-mana, dan hal itu benar adanya”, ungkap Gubernur Elisa.
Lebih lanjut, Elisa Kambu menuturkan bahwa dirinya adalah salah satu bukti nyata dari berkat Theofani, karena melalui kasih dan penyertaan Tuhan, ia dapat dipercaya menjadi pemimpin di daerah lain, hingga kini menjabat sebagai Gubernur Papua Barat Daya.

“Saya adalah bukti nyata Theofani terhadap anak-anak A3. Dari seorang bupati hingga menjadi gubernur, semua itu karena janji Tuhan yang dinyatakan bagi anak-anak A3″, ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa banyak anak-anak A3 kini menduduki posisi strategis di pemerintahan, baik di Provinsi Papua Barat maupun di wilayah lainnya, yang menunjukkan bahwa nilai-nilai iman dan kerja keras telah menjadi karakter kuat masyarakat A3.
Dalam kesempatan itu, Elisa Kambu juga berpesan agar hukum Theofani tetap ditanamkan kepada generasi muda. Ia menegaskan bahwa Theofani merupakan janji Allah terhadap bumi A3, sehingga generasi penerus harus memegang teguh ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
“Empat Hukum Teofani adalah janji Allah untuk bumi A3. Karena itu, generasi muda harus memegangnya dengan sungguh-sungguh agar janji Allah tetap nyata bagi bangsa ini”, pesannya.
Gubernur Elisa juga menekankan bahwa berkat Theofani bersifat turun-temurun, sehingga masyarakat diingatkan untuk menjauhi praktik penyembahan terhadap orang mati, jika ingin menerima berkat sejati dari Tuhan.
“Kalau kita mau diberkati, maka dalam kasih Tuhan mari kita hentikan penyembahan terhadap orang mati. Berkat Theofani itu turun-temurun bagi mereka yang hidup dalam kasih Tuhan”, tegasnya.
Menutup sambutannya, Gubernur Elisa mengajak masyarakat Maybrat untuk menjaga keamanan, kedamaian, dan membangun daerah secara bersama-sama, termasuk mengembangkan potensi wisata alam yang dimiliki Kabupaten Maybrat.
“Kita bangga sebagai anak A3 yang membangun daerah di mana-mana, tetapi kita juga harus memperhatikan kampung kita sendiri. Mari kita jaga keamanan dan kedamaian Kabupaten Maybrat sebagai rumah kita bersama, serta kembangkan potensi wisata agar daerah ini dikenal sebagai destinasi yang indah dan diberkati”, tutupnya. (*)
Penulis : Marthina Marisan