DPMK Teluk Bintuni Bimtek IDM-SIPADES untuk 115 Kampung, Perkuat Data Pembangunan Desa

Bintuni, TopbNews.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung DPMK Kabupaten Teluk Bintuni menggelar Bimbingan Teknis Bimtek penginputan Indeks Desa Membangun IDM dan Sistem Pengelolaan Aset Desa SIPADES 2026 bagi 115 kampung, Rabu (17/6/2026). Bimtek berlangsung di Sanggar Balai Kampung SP 4.

Kepala kampung dan operator kampung se-Kabupaten Teluk Bintuni hadir langsung. Materi difokuskan pada teknik input data tepat dan akurat agar jadi dasar penyusunan program pembangunan sesuai kondisi tiap kampung.

Kepala DPMK Teluk Bintuni Hj. Haris Thahir menegaskan, kualitas data IDM strategis menentukan arah pembangunan desa. “IDM bukan sekadar penilaian administratif, tapi alat ukur perkembangan dan kemandirian desa. Data lengkap dan valid membantu pemerintah melihat kondisi riil kampung, identifikasi kebutuhan, dan tentukan kebijakan tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menyebut desa sebagai fondasi pembangunan daerah dan nasional. Karena itu peningkatan status IDM harus jadi upaya bersama untuk dorong kesejahteraan masyarakat. “Keberhasilan pembangunan daerah ditentukan kemajuan desa di dalamnya. Pemda serius perhatikan pembangunan kampung yang terukur, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Haris menekankan peningkatan nilai IDM harus cerminkan peningkatan kualitas hidup warga, bukan sekadar kejar angka. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi: tata kelola pemerintahan kampung, penguatan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan keterlibatan aktif masyarakat.

Pemkab Teluk Bintuni berkomitmen mendukung percepatan pembangunan desa lewat peningkatan kapasitas aparatur, pengembangan ekonomi lokal, infrastruktur dasar, serta pemanfaatan teknologi dan inovasi desa. “Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kampung di Teluk Bintuni akan berkembang dan capai status desa maju, mandiri, serta sejahtera,” ungkapnya.

Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan Kampung DPMK Agus Wiratmo menambahkan, Bimtek IDM rutin digelar untuk tingkatkan kapasitas aparatur memahami indikator pembangunan desa. “IDM ukur perkembangan desa lewat tiga dimensi: sosial, ekonomi, dan lingkungan. Diperlukan data akurat agar penilaian cerminkan kondisi kampung sesungguhnya,” jelasnya.

Ia berharap Bimtek ini hasilkan perencanaan pembangunan kampung yang lebih terarah, partisipatif, dan berbasis data, sehingga program pemerintah desa menjawab kebutuhan masyarakat secara efektif. (*)

Penulis : Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!