
Bintuni, TopbNews.com – Dinas Kesehatan Dinkes Kabupaten Teluk Bintuni mencatat 70 kasus baru HIV positif dalam enam bulan pertama 2026. Kasus tersebar di sejumlah wilayah Teluk Bintuni.
Data itu disampaikan Kepala Dinkes Teluk Bintuni, Yohanis R. Manobi, usai Rapat Koordinasi Rakor Evaluasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Gedung Women and Child Center WCC, Bintuni, Rabu (17/6/2026).
Rakor digelar untuk mengevaluasi penyakit menular yang masih jadi tantangan kesehatan, sekaligus menyusun strategi pencegahan dan pengendalian.
“Kegiatan ini untuk cek ulang data masyarakat terinfeksi penyakit menular, termasuk HIV/AIDS. Dari data itu kita susun perencanaan dan strategi penanganan lebih baik ke depan,” ujar Manobi.
Kementerian Kesehatan menargetkan pemeriksaan HIV 18 ribu orang di Teluk Bintuni sepanjang 2026. Hingga pertengahan tahun, baru sekitar 2.500 warga yang diperiksa.
“Kami harap target Desember tercapai agar tahu kondisi riil di lapangan dan bisa lakukan pencegahan tepat,” katanya.
Manobi menyebut angka 70 kasus belum menggambarkan kondisi sebenarnya. Masih banyak warga belum periksa sehingga potensi kasus tersembunyi besar. “Kalau pakai teori gunung es, yang terlihat hanya sebagian kecil. Kemungkinan banyak kasus belum teridentifikasi karena belum diperiksa menyeluruh,” jelasnya.
Untuk memperkuat pencegahan, Dinkes menggandeng kepala puskesmas, kepala distrik, kepala kampung, tokoh agama, dan kepolisian. Tujuannya membangun komitmen bersama tekan penyebaran HIV/AIDS.
“Penanganan HIV/AIDS bukan hanya tugas Dinkes. Semua pihak harus bertanggung jawab karena penyebaran dipengaruhi faktor sosial kompleks. Kita perlu bangun kesadaran bersama,” tegasnya.
Ia mengajak masyarakat tak ragu periksa kesehatan sejak dini. “Semakin cepat tahu status, semakin besar peluang dapat penanganan tepat dan cegah penularan,” katanya.
Melalui sinergi pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan warga, Dinkes berharap penyebaran HIV/AIDS bisa ditekan. “Pencegahan dimulai dari kesadaran. Mari periksa dan dukung upaya pemerintah memutus rantai HIV/AIDS di Teluk Bintuni,” pungkasnya. (*)
Penulis : Marthina Marisan