Dorong Produktivitas Kopi Anggi, Komunitas AMIN Serahkan Mesin Pertanian kepada Petani Lokal

Pegaf, TopbNews.com – Komunitas Anak Milenial Inspiratif Negeri (AMIN) Kabupaten Pegunungan Arfak menyerahkan bantuan mesin pertanian kepada petani kopi setempat sebagai upaya mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas kopi lokal.

Bantuan yang diserahkan berupa mesin babat dan mesin pengupas kulit buah kopi basah (pulper) di Stasiun Udohotma, Distrik Sururey Kabupaten Pegunungan Arfak, Minggu (21/12/2025).

Bantuan tersebut merupakan dukungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Barat melalui Program Papua Produktif, yang difokuskan pada penguatan sektor ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Ketua Komunitas AMIN Kabupaten Pegunungan Arfak, Barto Inden, mengatakan bantuan alat pertanian ini diharapkan dapat membantu petani mulai dari perawatan kebun hingga proses pengolahan pasca panen kopi.

Menurutnya, mesin babat akan mempermudah petani dalam membersihkan lahan, sementara mesin pulper dapat mempercepat proses pengupasan buah kopi sehingga mutu biji kopi tetap terjaga.

“Bantuan ini bukan sekadar alat, tetapi merupakan bentuk kepercayaan dan dukungan pemerintah kepada petani kopi serta generasi muda di Pegunungan Arfak untuk terus mengembangkan potensi kopi lokal”, ujar Barto.

Ia menambahkan, pemanfaatan mesin tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, mempersingkat waktu kerja, serta menekan biaya produksi.

Dengan demikian, petani dapat memperoleh hasil yang lebih maksimal dan berdampak pada peningkatan pendapatan serta kesejahteraan.

Selain itu, program ini juga menjadi dorongan bagi generasi muda untuk lebih terlibat aktif dalam sektor pertanian dan perkebunan kopi sebagai salah satu penggerak roda ekonomi daerah.

“Dengan adanya bantuan ini, semoga membawa dampak positif dan semangat baru bagi generasi muda di Pegunungan Arfak untuk terus mengembangkan budidaya kopi, karena kopi merupakan salah satu komoditas unggulan yang mampu mendongkrak ekonomi masyarakat secara produktif”, pungkasnya.

Komunitas AMIN berharap agar alat yang telah diserahkan dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik oleh petani penerima manfaat serta digunakan secara bersama untuk kepentingan kelompok.

Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan petani diharapkan terus berlanjut guna mendorong pengembangan kopi Pegunungan Arfak yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan. (*)

Penulis : Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!