41 Hari Tanpa Kepastian, Keluarga Korban Marvel Turun ke Jalan: “Kami Hanya Minta Keadilan, Bukan hanya Janji ”

Manokwari, TopbNews.com – Keluarga korban tabrak lari yang menewaskan anak bernama Marvel menggelar aksi turun ke jalan sebagai bentuk kekecewaan mendalam terhadap kinerja kepolisian. Sudah 41 hari sejak peristiwa terjadi, namun hingga kini pelaku belum juga ditangkap.

Diana Rumbin, adik kandung ibu korban, menyampaikan bahwa keluarga tidak menuntut hal berlebihan, melainkan hanya menginginkan keadilan ditegakkan.

Menurutnya, sejak peristiwa tabrak lari yang terjadi pada 10 November 2025, pihak keluarga terus menerima janji-janji penuntasan kasus yang tak kunjung terealisasi.

“Kami hanya butuh keadilan. Sudah 41 hari, tapi pelaku belum ditangkap. Kami merasa dibohongi dengan janji-janji palsu”, ujar Diana.

Ia menjelaskan, keluarga sempat memberi tenggat waktu hingga ibadah 40 hari. Namun sebelum itu, pihak kepolisian justru mendatangi keluarga untuk melakukan mediasi sebanyak lima kali.

Gelar perkara pertama dilakukan di Kantor Polresta Manokwari, sementara gelar perkara kedua digelar di rumah duka.

Dalam proses tersebut, kata Diana, pihak kepolisian menyampaikan bahwa pengungkapan kasus telah mencapai 99 persen dan telah mengantongi lebih dari satu saksi. Bahkan, keluarga diinformasikan bahwa keberadaan pelaku sudah diketahui.

“Dua hari kemudian kami ditelepon, katanya anggota sudah di TKP. Kami menunggu dari malam sampai pagi, lalu diberitahu lagi bahwa pelaku sudah kabur. Kalau sudah 99 persen, kenapa tidak diamankan? Ini seperti pembiaran”, tegasnya.

Situasi tersebut menimbulkan kecurigaan keluarga bahwa pelaku seolah mendapat perlindungan. Setiap kali aparat turun melakukan pencarian, pelaku selalu berhasil melarikan diri.

“Apakah pelaku ini punya bekingan? Setiap polisi turun, dia selalu lolos”, ungkap Diana dengan nada kecewa.

Keluarga juga menyoroti perbandingan dengan kasus-kasus lain yang terjadi hampir bersamaan di Manokwari. Salah satunya adalah kasus mutilasi yang dinilai jauh lebih cepat pengungkapannya dibandingkan kasus Marvel.

“Kasus lain pelakunya cepat ditemukan, tapi kenapa kasus Marvel sampai hari ini belum? Ini menimbulkan tanda tanya besar bagi kami”, katanya.

Sementara itu, Yulius Besin, ayah korban, dengan suara bergetar meminta agar pelaku segera ditangkap dan tidak lagi diberi janji kosong.

Ia menegaskan bahwa sebagai orang tua, dirinya hanya ingin keadilan bagi anaknya.

“Jangan janji terus. Kalau cuma janji lebih baik bunuh saya. Saya ini sopir taksi, mencari siang malam. Anak saya ini manusia, bukan hewan. Kalau babi atau ayam saja ditabrak kita bertanggung jawab untuk selesaikan dan bayar apalagi anak saya ini manusia”, ucapnya lirih.

Ia menegaskan aksi turun ke jalan dilakukan sebagai bentuk perjuangan terakhir keluarga demi keadilan bagi almarhum Marvel.

“Hari ini kami turun ke jalan karena kami berjuang untuk dia. Demi keadilan”, tutup Yulius. (*/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!