Bukan Sekadar Lomba, Pemkab Bintuni Rawat Warisan Panahan Tradisional Suku Moskona

Manokwari, TopbNews.com- Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya dan olahraga tradisional masyarakat asli Papua melalui lomba panahan tradisional.

Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan lomba panahan tradisional Suku Moskona yang kembali digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026.

Kegiatan Tersebut di buka langsung oleh Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy didampingi Wakil Bupati, Joko Lingara dan Pimpinan OPD di lingkup pemerintah Daerah dengan Menarik Busur dan Membidik target butt.

Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Teluk Bintuni, Henry D. Kapuangan menyampaikan Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat, khususnya masyarakat adat Papua yang mendiami Kabupaten Teluk Bintuni.

Tingginya minat tersebut menjadi alasan pemerintah daerah untuk terus memberikan ruang bagi panahan tradisional agar tetap berkembang dan tidak kehilangan tempat di tengah perkembangan olahraga modern.

“Antusias masyarakat, khususnya masyarakat asli Papua yang mendiami Kabupaten Teluk Bintuni terhadap panahan tradisional ini sangat tinggi”, ujarnya.

Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk terus mengembangkan panahan tradisional secara berkelanjutan.

Bahkan, Kabupaten Teluk Bintuni saat ini telah memiliki atlet panahan yang mewakili Provinsi Papua Barat untuk berlaga di tingkat nasional.

“ Kita juga hari ini mewakili Provinsi Papua Barat ke tingkat nasional untuk lomba panahan”, katanya.

Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun dinilai menjadi kesempatan penting untuk menumbuhkan semangat sportivitas sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap olahraga tradisional yang memiliki nilai budaya.

Pemerintah daerah juga secara khusus melibatkan masyarakat adat dalam setiap pelaksanaan kegiatan panahan tradisional.

Pelibatan tersebut bukan sekadar sebagai peserta lomba, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Masyarakat adat memang kita sengaja di libatkan untuk menjaga keberlanjutan budaya lokal, karena mereka paham betul dengan panahan tradisional ini”, jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni berharap pelaksanaan lomba panahan tradisional tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial dalam perayaan HUT Kemerdekaan.

Namun kedepannya olahraga tersebut diharapkan semakin berkembang dan mampu mendorong Generasi muda untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan dan menjadikan panahan tradisional sebagai salah satu olahraga yang membanggakan daerah sekaligus menjadi sarana untuk menjaga identitas budaya masyarakat Papua di Teluk Bintuni.

“Kita berharap ke depan anak-anak muda semakin semangat dalam meningkatkan lomba panahan tradisional di Kabupaten Teluk Bintuni”, pungkasnya.

Dengan konsistensi pemerintah daerah dalam memberikan ruang bagi masyarakat adat dan generasi muda, panahan tradisional diharapkan tidak hanya tetap bertahan, tetapi juga mampu berkembang menjadi salah satu identitas olahraga dan budaya Kabupaten Teluk Bintuni. (*)

Penulis : Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!