Diskusi Terbuka Fasasbud Unipa: Mengupas Nilai dan Identitas Lokal dalam Buku “Dunia Petualangan”

Peserta diskusi buku “Dunia Petualangan” yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Papua, Kamis (5/12) (Foto: Istimewa)

Manokwari, TopbNews.com – Sebuah buku antologi cerita anak dan puisi berjudul Dunia Petualangan, karya Estiani Ambarwati dkk., menjadi pusat perhatian dalam kegiatan diskusi buku yang diselenggarakan secara terbuka di Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Papua, pada Kamis, 5 Desember 2024. Dosen Program Studi Sastra Indonesia, Marsten Lihardo Tarigan, S.S., M.S., hadir sebagai pembahas utama dalam acara yang berlangsung hangat dan penuh apresiasi ini.

Dunia Petualangan merupakan kumpulan cerita pendek dan puisi yang ditulis oleh dosen dan mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Papua. Di dalamnya, pembaca akan menemukan cerita-cerita imajinatif yang menggugah nilai-nilai moral seperti kejujuran, keberanian, kerja keras, hingga kasih sayang terhadap sesama. Beberapa puisi juga memberikan sentuhan reflektif tentang keluarga, alam, sekolah, dan semangat menuntut ilmu.

Estiani Ambarwati, penulis utama sekaligus penggagas proyek buku ini, mengisahkan proses kreatif di balik lahirnya Dunia Petualangan. Menurutnya, antologi ini bukan hanya proyek akademik, tetapi juga bentuk afirmasi terhadap suara generasi muda yang mencintai dunia anak.

“Menulis untuk anak-anak adalah sebuah tantangan sekaligus tanggung jawab. Kita tak hanya mendongeng, tapi juga menanamkan nilai,” ujar Estiani dalam sesi pemaparannya.

Suasana hangat dan interaktif dalam diskusi buku “Dunia Petualangan” yang dipandu oleh Marsten Lihardo Tarigan, S.S., M.S., di lingkungan Fakultas Sastra dan Budaya UNIPA, (Foto: Istimewa)

Ia menekankan bahwa Dunia Petualangan berangkat dari pengamatan terhadap kehidupan sehari-hari, terutama bagaimana anak-anak menyerap pelajaran hidup dari pengalaman paling sederhana.

Marsten Lihardo Tarigan, dalam pembahasannya, mengapresiasi gaya naratif dalam buku ini. Ia menyebut bahwa setiap cerita, meskipun sederhana, memuat dinamika psikologis anak-anak dan konteks sosial yang relevan.

“Karya-karya dalam buku ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga ruang kontemplatif yang kuat bagi pembaca muda. Bahkan, kita orang dewasa bisa belajar banyak dari cara anak-anak memaknai dunia,” ucap Marsten.

Ia menyoroti cerita Rahasia Kecil Benny karya Estiani Ambarwati, yang menurutnya berhasil menyampaikan pesan kejujuran secara halus namun menyentuh.

“Cerita ini memperlihatkan proses kesadaran moral yang tumbuh dari dalam diri seorang anak. Ini adalah refleksi yang penting, terutama di zaman di mana kejujuran sering dianggap sebagai hal kecil yang bisa dinegosiasikan,” tambahnya.

Diskusi juga menyoroti bagaimana karya-karya dalam Dunia Petualangan mengandung nuansa lokal Papua dan Indonesia Timur secara umum. Puisi Alam Kampungku karya Jene Melanesia Rumbrawer, misalnya, memotret indahnya alam pesisir dan kehidupan anak-anak di pulau.

Sampul buku Dunia Petualangan, antologi cerita anak dan puisi karya Estiani Ambarwati, Sovia K. Sinaga, Dhea M. Rumyaan, dan penulis lainnya (Foto: Istimewa)

“Identitas lokal penting untuk diperkenalkan kepada anak-anak agar mereka memiliki akar budaya yang kuat,” ujar salah satu mahasiswa peserta diskusi.

Ia menilai bahwa narasi-narasi lokal dalam buku ini menjadi kekayaan tersendiri yang layak dipertahankan dan dikembangkan.

Marsten menambahkan bahwa penggunaan nama-nama lokal, suasana khas kampung, dan problematika khas keluarga di daerah menjadi ciri penting buku ini.

“Ini bukan hanya soal anak-anak dalam cerita, tapi tentang bagaimana budaya membentuk cara mereka berpikir dan berperilaku,” katanya.

Diskusi yang berlangsung selama dua jam ini ditutup dengan harapan agar buku Dunia Petualangan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, tidak hanya di Papua, tetapi juga di seluruh Indonesia. (/rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!