Dinkes Kota Jayapura Akan Lakukan Skrining TB Bagi Pelajar

Pembukaan persiapan penjaringan TB Massal oleh seluruh linsek ( Foto : NatYo / TopbNews.com)

Jayapura, TopbNews.com – Guna meningkatkan Penanggulangan dan Pengendalian Tuberkulosis di Kota Jayapura, Dinas Kesehatan Kota Jayapura menggelar pertemuan persiapan penjaringan Tuberkulosis (TB) Massal, Jumat (15/3).

mostbet

Kegiatan Pertemuan Persiapan Pelaksanaan Skrining TB Massal di Kota Jayapura dihadiri oleh para kepala sekolah, kepala asrama mahasiswa dan perwakilan mahasiswa di kota Jayapura.

Kepala Dinas Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari usai membuka kegiatan mengatakan, berdasarkan Data Tuberkulosis pada aplikasi Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) terlaporkan ratusan kasus Tuberkulosis (TB) pada usia sekolah atau pelajar.

“Terlaporkan ada sebanyak 416 kasus anak (umur 0-14 tahun) dan terdapat 705 kasus TBC pada usia sekolah atau pelajar (umur 5-26 Tahun), Kasus sensitif obat 681 dan kasus Resisten Obat 24 kasus”, ungkapnya.

Foto bersama para guru di kota Jayapura (foto : NatYo/ TopbNews.com)

Berdasarkan data diatas terdapat banyak sumber penularan dalam lingkungan sekolah, kampus maupun asrama. Sehingga dipandang perlu untuk melakukan skrining TB Massal di lingkungan tersebut guna memutus mata rantai penularan penyakit TBC.

“Sehubungan dengan itu perlu dilaksanakan pertemuan Rapat Koordinasi Lintas sektor agar instansi terkait dapat mendukung kegiatan persiapan penjaringan Tuberkulosis (TB) Massal. Ini juga merupakan komitmen Global dan Nasional dalam mengakhiri Tuberkulosis yang dituangkan dalam End TBC Strategy pada tahun 2030, Dan hanya dapat dicapai dengan mengkombinasikan upaya pengobatan TBC aktif secara efektif dan upaya pencegahan TBC dengan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkolosis (TPT) pada kasus Infeksi Laten Tuberkolosis (ILTB)”, jelasnya.

Ni Nyoman menjelaskan, penemuan kasus TB di Kota Jayapura hingga tahun 2023 mencapai 3129 kasus.

“Berdasarkan data Dinkes kota Jayapura, Capaian Penemuan kasus Program TBC Kota Jayapura hingga Tahun 2023 adalah sebanyak 3129 kasus dari Tcrget 3575 (TC 87,5% dari target 90%) dan keberhasilan pengobatan (TSR) di Tahun 2022 adalah 44% (target 90%)”, ujarnya.

Sementara itu, capaian TB HIV untuk tahun 2023 bagi pasien TBC yang diperiksa HIV adalah 34% (target 70%), dan hanya 36% (target 100%) yang memulai terapi ARV.

Sedangkan jumlah kasus Tuberkulosis Resistan Obat (TB RO) yang terkonfirmasi tahun 2023 sebanyak 546 kasus tetapi yang memulai pengobatan hanya 64 kasus (enrollment 12% dari target 93%).

Diharapkan melalui penjaringan TB Massal inipun dapat mewujudkan eliminasi TB pada tahun 2030 mendatang.

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Yusnita Pabeno mengatakan latar belakang kegiatan penjaringan TB Massal dikarenakan ditemukannya ratusan kasus TB pada anak usia sekolah.

“Ada 417 kasus TB anak usia sekolah bahkan juga pada mahasiswa (usia 5-26 Tahun) dikota Jayapura. Melalui pemetaan data yang ada dapat kita analisis bahwa penularan TB bukan hanya terjadi dirumah saja tetapi kemungkinan terjadi juga dilingkungan sekolah mengingat waktu belajar disekolah bisa mencapai 6-8 jam pehari”, jelas Yusnita.

Berbagai upaya akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan diantaranya melalui pertemuan lintas sektor terkait salah satunya dinas pendidikan.

“Kami ingin melibatkan pihak sekolah, kampus dan asrama untuk terlibat dalam pemutusan mata rantai kasus TB tanpa maksud menakut-nakuti mereka”, katanya.

Diharapkan, melalui pertemuan yang dilaksanakan pada hari ini, akan segera mulai penjaringan.

“Kita berharap sebelum tahun ajaran baru penjaringan dapat selesai, dengan maksud anak anak ketika berpindah sekolah atau kelas anak anak yang mempunyai kasus TB sudah mengetahui status TB nya. Kami juga menghimbau kepada para guru dan orang tua siswa untuk mendukung pelaksanaan penjaringan ini,” tandasnya.

Dijelaskan Yusnita secara teknis proses penjaringan pada tiap lokasi sekolah maupun asrama akan dilaksanakan selama dua hari.

“Hari pertama akan dilakukan sosialisasi dan pembagian Pot Sputum (dahak) dan dihari kedua Pot Sputum akan diambil untuk diperiksa oleh tim penjaringan, kemudian hasilnya tim akan menyerahkan kepada pihak sekolah,” pungkasnya. (*)

Penulis : NatYo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!