
Bintuni, TopbNews.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Teluk Bintuni menggelar program jemput bola deteksi dini HIV dan Tuberkulosis (TB) di 11 distrik. Layanan Mobile VCT HIV dan skrining TB diintegrasikan agar masyarakat, termasuk di wilayah terpencil, mudah mendapat pemeriksaan.
Plt. Kepala Dinkes Teluk Bintuni Yohanis R. Manobi, melalui Kabid P2P Irma Said, mengatakan penggabungan layanan bertujuan meningkatkan efektivitas dan memperluas jangkauan.
“Pelaksanaan Mobile VCT HIV dan skrining TB dilakukan bersamaan. Masyarakat cukup datang satu kali untuk dua layanan penting. Ini lebih efektif dan memudahkan,” ujar Irma, Jumat (17/7/2026).
Tahap pertama menyasar Distrik Bintuni, Manimeri, Muturi, Tuhiba, Merdey, Tofoi, Tanah Merah, Babo, Dataran Beimes, Weriagar, dan Aranday.
Animo masyarakat tinggi. Data Dinkes mencatat 1.390 orang mengikuti skrining HIV dan 1.433 orang menjalani skrining TB.

Menurut Irma, strategi jemput bola penting agar warga di daerah dengan akses terbatas tetap mendapat layanan kesehatan yang setara.
“Deteksi dini bertujuan menemukan kasus HIV dan TB lebih awal. Jika cepat diketahui, pasien bisa langsung diobati sehingga penularan di masyarakat bisa ditekan,” jelasnya.
Dinkes Teluk Bintuni berkomitmen melanjutkan program layanan terpadu ini secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan dan mewujudkan Teluk Bintuni bebas penyakit menular. (*)
Penulis : Marthina Marisan