
Manokwari, Topbnews.com – Cuaca ekstrim dengan intensitas hujan tinggi melanda Kota Manokwari, Selasa (7/4/2026) dari pagi hingga malam hari.
Akibatnya, luapan air sungai wosi menggenangi ratusan rumah warga di sekitar bantaran Kali Wosi hingga Kampung Bugis. Banjir juga menggenangi rumah warga di Kompleks Kampung Jawa dan sekitarnya.
Tingginya debit air, mengakibatkan permukiman warga terendam air dalam waktu singkat.
Informasi yang dihimpun TopbNews.com dari sejumlah lokasi diantaranya sekolah TKIT dan rumah warga di seberang bantaran sungai kali Wosi di dekat jembatan Kali Wosi terendam air hingga dada orang dewasa.
Salah satu warga mengaku jika hujan yang mengguyur kota manokwari dari pagi hingga malam mengakibatkan air meluap dan masuk pagar bagian belakang sekolah. Akibatnya air masuk dalam gedung sekolah serta rumah warga.

“Hujan deras sekali baru lama. Makanya air naik dan merendam rumah kami. Hingga malam hari air setinggi dada orang dewasa. Kami hanya dapat selamatkan keluarga serta barang berharga,” ungkap warga tersebut via chat Whatsapp.
Informasi juga diterima TopbNews.com dari salah satu warga di Kompleks Kampung Jawa bahwa rumahnya terendam air.
Cepot, salah satu warga mengaku hujan yang deras membuat rumahnya terendam air hingga setinggi paha orang dewasa. Dirinya mengaku hanya menyelamatkan keluarga dan barang berharga. Sementara barang lain tidak dapat diselamatkan karena air datang tiba-tiba dan sangat deras.
Sementara itu, salah satu penumpang maskapai pesawat di Bandara Rendani, Nur menceriterakan jika pesawat yang ditumpanginya ke Sorong juga delay dari siang karena faktor hujan. Bahkan setelah sekian lama menunggu, pihak maskapai mengumumkan membatalkan penerbangan dengan alasan keamanan dan faktor cuaca yang ekstrim akibat hujan dan jarak pandang.
Kasubsie Operasi dan Siaga SAR Manokwari, Reza Afriyanto, menegaskan langkah cepat diambil untuk mencegah jatuhnya korban jiwa, terutama di tengah tekanan cuaca ekstrem.

“Curah hujan tinggi menjadi faktor utama banjir. Kami langsung menerjunkan dua tim SRU (Search and Rescue Unit) dengan fokus pada kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, serta warga yang sakit,” sebut Reza melalui release saat evakuasi di lokasi banjir.
Operasi kemanusiaan melibatkan aparat TNI, Polri, BPBD Kabupaten Manokwari, PMI, dan Baznas.
Sejumlah masyarakat juga melakukan evakuasi mandiri ke dataran yang lebih tinggi guna menghindari genangan air yang terus meluas seiring hujan yang masih turun.
Para penyintas kini diarahkan ke dua titik pengungsian utama, yakni Gereja Efrata Wosi dan Kantor Lurah Wosi.
Di lokasi tersebut, bantuan logistik awal mulai disalurkan sambil menunggu penanganan lanjutan.
Hingga menjelang tengah malam, seluruh unsur gabungan masih disiagakan di lapangan untuk memantau perkembangan cuaca dan fluktuasi debit air secara berkala.
Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi potensi banjir susulan.

Hingga pukul 22.35 WIT, hampir seratus warga berhasil diselamatkan dan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
Proses evakuasi berlangsung dramatis, dengan jarak pandang terbatas serta arus air yang terus meningkat akibat curah hujan yang belum mereda.
Pihak SAR mengimbau masyarakat untuk tetap waspada selama cuaca ekstrem masih berlangsung dan segera melapor jika membutuhkan bantuan evakuasi, terutama dalam kondisi darurat maupun medis.
“Kami tetap siaga penuh. Selama hujan masih tinggi, risiko banjir tetap ada. Warga diminta tidak lengah dan segera mengungsi jika kondisi memburuk,” tegas Reza. (redaksi)