
Manokwari, TopbNews.com – Pembangunan Gereja Baru GKI Ebenhaezer Fanindi Oikumene di Jalan Gunung Salju, dekat perempatan Makalo, Manokwari, mendadak terhenti akibat insiden crane yang mengalami patah pada bagian lengan panjang (long arm).
Pantauan kami di lokasi, peristiwa ini terjadi ketika crane tengah mengangkat material bangunan. Tiba-tiba bagian lengan panjang patah sehingga material tidak dapat terangkat sempurna. Dugaan awal, insiden disebabkan oleh kendala teknis pada crane yang tidak mampu menahan beban berat.
Meski sempat menimbulkan kepanikan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Pekerja yang berada di area proyek segera menghentikan aktivitas dan mengamankan lokasi, sementara proses evakuasi crane langsung dilakukan.
Dampak insiden terlihat jelas pada arus lalu lintas di Perempatan Makalo. Setengah badan jalan terpaksa digunakan untuk penanganan crane, sehingga kendaraan hanya bisa melintas secara bergantian. Bahkan, jalur dari arah kota menuju Amban sempat ditutup total untuk memberi ruang evakuasi alat berat, menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga beberapa ratus meter.
Hingga sore hari, proses evakuasi crane masih berlangsung. Operator alat berat berusaha untuk menstabilkan posisi crane yang patah agar tidak membahayakan pengguna jalan maupun para pekerja di lokasi.
Situasi di sekitar lokasi pembangunan menjadi pusat perhatian warga. Banyak pengendara yang melambatkan laju kendaraan untuk melihat langsung proses evakuasi. Petugas lalu lintas terlihat berjaga mengatur arus kendaraan agar tidak terjadi kemacetan berkepanjangan.
Pembangunan gereja baru ini pun untuk sementara harus terhenti sampai proses evakuasi crane selesai dilakukan. Meski demikian, aktivitas di sekitar Jalan Gunung Salju perlahan kembali normal setelah petugas berhasil membuka sebagian jalur yang sebelumnya sempat tertutup. (*)
Penulis : Yohan