
Manokwari, TopbNews.com – Dalam aksi bertajuk “Koreksi Indonesia”, Kelompok Cipayung dan mahasiswa di Manokwari menyuarakan sepuluh tuntutan, di antaranya pengesahan RUU Perampasan Aset, pengesahan RUU Masyarakat Hukum Adat, pembatalan kenaikan pajak yang membebani rakyat kecil, reformasi institusi Polri, serta audit terhadap BUMN dan dana CSR di Papua Barat.
Ketua Umum HMI Cabang Manokwari, Herdin, yang mewakili massa aksi, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan respons atas dinamika yang sedang terjadi di Indonesia. Dinamika tersebut, menurutnya, telah menjadi keresahan bersama baik bagi masyarakat maupun mahasiswa.
Herdin juga mengapresiasi sikap DPRP Papua Barat yang bersedia menerima aspirasi mahasiswa.
“Alhamdullilah, kami diterima baik oleh Dewan Perwakilan Rakyat, dan akan ditindak lanjut dan kemudian mereka melakukan musyawarah”, kata Herdin.
Tidak berhenti di situ, Herdin bersama Cipayung dan Solidaritas BEM Manokwari menegaskan agar DPRP Papua Barat segera menindaklanjuti tuntutan tersebut.
“Kami berharap aspirasi yang disampaikan hari ini benar-benar ditanggapi secara serius dan segera ditindaklanjuti. Jika tidak, maka gerakan mahasiswa akan terus bersuara demi kepentingan rakyat”, ujarnya.
Mereka menyampaikan akan menunggu kurang lebih satu minggu untuk melihat keseriusan DPRP Papua Barat dalam menindaklanjuti tuntutan tersebut. Jika dalam waktu itu tidak ada perkembangan, mahasiswa akan kembali turun ke jalan.
“Kami menunggu kurang-lebih 1 minggu untuk melihat perkembangan dan respon dari tuntutan kami”, tambah Herdin.
Herdin menegaskan, mahasiswa akan terus mengawal isu-isu strategis di Papua Barat hingga pemerintah dan lembaga terkait menunjukkan langkah nyata dalam menjawab tuntutan yang telah disuarakan. (*)
Penulis : Erik Azwar Zuhersa