Bupati : KKBFM Harus Jadi Satu Pilar dan Rumah Besar

Bupati Manokwari, Hermus Indou Menyerahkan Bendera Pataka Kepada Pengurus KKBFM yang Telah Di lantik (Foto:Marthina/TopbNews.com)

Manokwari, TopbNews.com – Usai melantik pengurus Kerukunan Keluarga Besar Fakfak di Manokwari (KKBFM), Bupati Manokwari, Hermus Indou berharap keluarga besar Fak-Fak di Manokwari harus menjadi satu pilar dan rumah besar yang harus tetap dijaga dan diperkuat. Pasalnya, KKBFM dinilai memiliki kontribusi besar bagi eksistensi penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Manokwari.

mostbet

“Kita memiliki kekayaan dan keanekaragaman budaya, suku, ras, golongan dan agama. Keberagaman ini tidak hanya jadi kekayaan budaya yang perlu kita lestarikan. Tetapi Keberagaman ini juga jika kita tidak mengelolanya dengan baik, maka akan menimbulkan konflik-konflik dan juga kesalahpahaman,” ungkap Hermus usai melantik dan membuka Rapat Kerja KKBFM.

“Jadi urgensi pelantikan pengurus organisasi kerukunan Fakfak membuktikan bahwa kita ingin melestarikan dan memelihara identitas suku, ras dan golongan sebagai ciptaan dan anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa,” aku Hermus.

Pesan Hermus, Pengurus KKBF Manokwari harus memiliki kesadaran tinggi untuk menata organisasi dengan baik. Filosofi “Satu Tungku Tiga Batu” memiliki makna organisasi harus memenuhi aspirasi dan juga kepentingan dari semua masyarakat Fakfak di Kabupaten Manokwari.

Bupati Manokwari, Hermus Indou Saat menandatangani Berita Acara dan di saksikan oleh Kepala Suku Besar Arfak, Dominggus Mandacan(Foto:Marthina/TopbNews.com)

“Harapan kita bersama bahwa amanat organisasi ini memberi manfaat dan nilai tambah bagi seluruh warga Fakfak di Manokwari. Pupuk terus kerukunan dan rasa kekeluargaan ini. Buktikan bahwa KKBF Manokwari adalah perkumpulan masyarakat kabupaten Fakfak yang siap bekerjasama dengan siapa saja dalam mempercepat keberhasilan pembangunan di Manokwari,” urai Hermus.

Ketua Panitia, Achmad Faisal Zainal menjelaskan falsafah orang Fakfak “Satu Tungku Tiga Batu” menjelaskan tungku adalah tempat memasak yang ditopang oleh tiga batu tungku melambangkan kehidupan sosial dan ekonomi yang kemudian ditopang bersama masyarakat yang menganut 3 agama yaitu : Islam, Katolik dan Protestan.

“Kami masyarakat Fakfak yang ada di Kabupaten Manokwari memandang perlu sebuah wadah sebagai sarana mewujudkan kerukunan dan kekompakan dalam rangka mengumpulkan tali persaudaraan dan kebersamaan,” paparnya.

Penulis : Marthina

Menuju PEMILU 2024

00Hari
00Jam
00Menit
00Detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!