BPK Klasis Bintuni Gulirkan Program Pembinaan Iman Jelang Jumat Agung di Babo

Teluk Bintuni, TopbNews.com – Menjelang perayaan Jumat Agung tanggal 3 April 2026, Badan Pekerja Klasis (BPK) Bintuni menegaskan komitmen memperkuat pelayanan gereja melalui program terpusat di Jemaat Eygendaal babo, wilayah Lingkungan III.

Sekretaris Klasis Bintuni, Pdt. Yohanes Lanta, menyampaikan meski pelaksanaan ibadah Jumat Agung dilakukan secara mandiri oleh jemaat di seluruh Kabupaten Teluk Bintuni, namun perhatian khusus tetap diberikan Klasis melalui program strategis yang dipusatkan di Babo, Sumuri dan Aranday.

“Perayaan Jumat Agung memang tidak dilakukan secara terpusat, tetapi kami dari Badan Pekerja Klasis menghadirkan program pelayanan yang terarah di wilayah Babo dan sekitarnya, sebagai bentuk perhatian dan penguatan iman jemaat,” jelasnya kepada TopbNews.com, Selasa (31 Maret 2026).

Menurutnya, penetapan Babo sebagai pusat kegiatan bukan tanpa alasan. Wilayah Lingkungan III dinilai membutuhkan sentuhan pelayanan yang lebih intensif, khususnya dalam membangun fondasi iman generasi muda gereja yang menjadi harapan di masa mendatang.

Program digerakkan Komisi Pelayanan dan Pembinaan Jemaat (KP2J) Klasis Bintuni yang secara khusus menyasar persekutuan anak dan remaja.

Dalam pelaksanaan, kegiatan difokuskan pada pembinaan spiritual yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menyentuh aspek pembentukan karakter, kedewasaan iman, serta kesiapan menjadi pelayan di tengah jemaat.

Salah satu agenda utama yang menjadi sorotan adalah pelaksanaan camping rohani bagi anak dan Remaja serta retret bagi para pengajar Sekolah Minggu, yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 2 April hingga 5 April 2026.

Kegiatan dirancang sebagai ruang perenungan dan pembekalan, agar para pengajar memiliki kesiapan rohani, mental, dan pelayanan yang lebih matang dalam membimbing anak-anak gereja.

Dalam suasana Minggu Sengsara, kegiatan juga menjadi momentum refleksi mendalam atas pengorbanan Tuhan Yesus Kristus.

Para peserta diajak tidak hanya memahami makna teologis, tetapi juga menghidupi nilai-nilai kasih, pengorbanan, dan ketaatan dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat kebersamaan umat juga akan diwujudkan melalui pawai bersama yang dipusatkan di Babo.

Pdt. Yohanes Lanta menegaskan program merupakan bagian dari strategi pelayanan Klasis yang lebih luas, yakni menghadirkan gereja yang hidup, aktif, dan relevan di tengah tantangan zaman.

“Kami ingin memastikan bahwa pelayanan gereja tidak hanya berjalan rutin, tetapi benar-benar menyentuh kehidupan jemaat, terutama generasi muda. Karena dari merekalah gereja akan terus bertumbuh,” tegasnya.

Selain program terpusat di Babo, Klasis Bintuni juga tetap memberikan ruang bagi jemaat -jemaat yang berada di klasis Bintuni untuk mengembangkan kreativitas pelayanan, termasuk kegiatan seperti pawai Paskah, camping lokal, hingga pencarian telur Paskah, sesuai dengan kondisi dan potensi jemaat masing-masing.

BPK Klasis Bintuni berharap pelayanan di Babo dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi jemaat lainnya, sekaligus menjadi titik awal kebangkitan iman generasi muda gereja di Teluk Bintuni.

Dengan demikian, perayaan Jumat Agung tahun ini tidak hanya dimaknai sebagai peringatan tahunan, tetapi sebagai momentum pembaruan iman yang nyata, yang dimulai dari pembinaan generasi muda hingga penguatan pelayanan jemaat secara menyeluruh.

Penulis :Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!