
Manokwari, TopbNews.com – Kepala Cabang BPJS Kesehatan Manokwari, Dwi Sulistyono Yudo, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari atas komitmen dan konsistensinya dalam mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC) atau Cakupan Kesehatan Semesta.
Dalam arahannya, Dwi menjelaskan bahwa program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang terintegrasi dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah dalam memastikan seluruh masyarakat Manokwari memperoleh akses pelayanan kesehatan yang layak.
“Program ini sejatinya adalah program daerah untuk membantu masyarakat. Kami sangat mengapresiasi langkah nyata Pemkab Manokwari yang terus berkomitmen memperluas jaminan kesehatan bagi warganya”, ujar Dwi Sulistyono dalam kegiatan bersama jajaran Pemkab Manokwari yang dihadiri Bupati, Sekda Yan Ayomi, serta para perangkat daerah.

Lebih lanjut, Dwi menyampaikan bahwa Kabupaten Manokwari berhasil mempertahankan status UHC secara berturut-turut dalam dua tahun terakhir, dan bahkan mendapat penghargaan tingkat nasional dari Presiden maupun Wakil Presiden Republik Indonesia. Tak hanya itu, Manokwari juga baru-baru ini menerima Kasuari JKN Award tingkat regional Papua Barat, yang diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Papua Barat.
“Ini pencapaian luar biasa. Kabupaten Manokwari menjadi contoh daerah yang memiliki komitmen kuat menjaga keberlanjutan program jaminan kesehatan bagi seluruh warganya”, tambah Dwi.
Berdasarkan data per 1 Oktober 2025, jumlah peserta aktif JKN di Kabupaten Manokwari mencapai 215.933 jiwa, dengan tingkat keaktifan 98 persen. Pemerintah daerah juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp12,3 miliar pada tahun 2026 mendatang untuk mendukung sekitar 27.000 peserta yang dibiayai melalui APBD.
“Dari total kuota yang tersedia, hingga awal Oktober 2025 telah terdaftar 24.149 peserta yang dibiayai oleh APBD. Masih ada potensi sekitar 5.122 warga yang dapat dibantu apabila memenuhi kriteria dan mengikuti prosedur yang berlaku”, jelasnya.

Dwi menambahkan, berbagai upaya terus dilakukan untuk menekan angka peserta nonaktif, di antaranya melalui verifikasi data, peningkatan edukasi masyarakat, serta pendaftaran peserta baru kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) Pemda.
Ia berharap, kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Manokwari dapat terus diperkuat agar masyarakat tidak perlu khawatir terkait pembiayaan layanan kesehatan.
“Selama warga ber-KTP Manokwari dan mengikuti prosedur, pemerintah daerah siap membantu. Harapan kami, tahun depan Manokwari kembali mendapat penghargaan nasional sebagai daerah dengan cakupan kesehatan semesta”, pungkas Dwi Sulistyono Yudo. (*)
Penulis : Hengki Kadiwaru