Benny Mawel : Bakar Batu Tradisi Bukan Kontroversi

Jayapura, TopbNews.com – Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Pegunungan mengapresiasi gelaran bakar batu yang digelar pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan pertama.

Wakil Ketua II MRP Papua Pegunungan, Benny Mawel menyebut, prosesi bakar batu menjadi tradisi adat dan budaya masyarakat Pegunungan sejak lama.

“Bakar batu ini kan bagian dari menjaga tradisi adat dan budaya, dan kami sangat mengapresiasi acara bakar batu yang dibuat Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan”, kata Benny Mawel kepada awak media di Jayapura, Rabu (23/4).

“Keduanya bisa melakukan acara bakar batu bukan sekedar untuk pergi pamit begitu saja tetapi pergi untuk membangun satu provinsi baru dengan memohon doa restu masyarakat Pegunungan yang ada di provinsi induk sekaligus mohon dukungan. Beliau berdua tau diri begitu”, sambungnya.

Menurutnya, bakar batu merupakan prosesi adat yang wajib dilakukan untuk memberi makan leluhur, masyarakat juga sekaligus sebagai simbol masyarakat adat untuk meminta doa restu.

“Ini bukan sesuatu yang harus menjadi.kontroversi , tidak perlu diperdebatkan”, tegasnya.

Terkait jumlah ternak (babi) yang dipakai dalam bakar batu, menurut benny ini menjadi pelajaran bagi masyarakat Papua kedepan untuk lebih semangat menjadi petani/peternak.

“Orang Papua jangan hanya teriak teriak orang. Dulu menjadi kewajiban bagi masyarakat Papua khususnya di Pegunungan untuk bakar batu dan piara wam (babi). Kalau kita tidak piara wam kita mau masak apa, mau beli dimana, kesiapa, ini lagu lama yang orang terus nyanyian”, ujarnya berseloroh.

Dia berharap semua bisa saling mendukung, tidak boleh lagi ada perbedaan.

“Bakar batu menjadi bukti bahwa Papua ini satu, kita hanya beda kebun, beda tempat seperti yang dikatakan Gubernur tadi. Jadi mari kita buat kebun untuk satu Papua, untuk kesejahteraan orang Papua. Tidak ada lagi perbedaan di gunung dan di pantai. Dari Sorong sampai Merauke Papua tetap satu,” ujarnya.

Sebagai lembaga adat, drinya berharap kepada Gubernur dan Wakil Gunernur Definitif pertama Papua Pegunungan untuk membangun Papua Pegunungan lebih baik.

“Ini menjadi catatan sejarah, sebuah kepercayaan dari masyarakat sekaligus anugrah dari Tuhan untuk mempercayakan kedua tokoh ini untuk membangun papua Pegunungan lebih baik. Tantangan pasti berat sehingga diperlukan keseriusan untuk membangun papua Pegunungan,” harapnya.

MRP kata Benny, menyetujui kedua tokoh ini karena sebuah harapan dan aspirasi yang kami taruh di pundak kedua tokoh besar ini.

“Lima taun pertama keduanya harus berjuang memenuhi hal-hal yang selalu menjadi persoalan di papua Pegunungan terutama akses transportasi darat dan udara. Ini juga berdampak kepada mobilisasi para guru, tenaga kesehatan yang akan bertugas, juga harga barang di Pegunungan”, ungkapnya.

Dirinya juga menyatakan bahwa MRP mendukung kepemimpinan dua tokoh tersebut karena keduanya adalah anak adat yang sudah terbukti saat menjabat sebagai bupati di wilayah pegunungan.

“Mereka tahu persoalan di lapangan, tahu jalan keluarnya, dan kami percaya mereka punya hati untuk rakyat”, kata Benny lagi.

Namun ia juga menegaskan bahwa dukungan bukan berarti menutup mata terhadap kekurangan.

“Kalau salah ya tetap salah, kalau benar kami akan dukung. Kami akan tetap kawal dan mengingatkan”, pungkasnya.

Benny mengajak seluruh masyarakat Papua Pegunungan untuk turut mendukung dan mengawasi jalannya pemerintahan agar benar-benar membawa perubahan yang nyata di wilayah pegunungan yang selama ini terpinggirkan. (*)

Penulis : NatYo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!