
Manokwari, TopbNews.com — Banjir yang terjadi pada Selasa (7/4/2026) di sejumlah titik di Kota Manokwari turut berdampak pada aktivitas perdagangan di Pasar Sentral Sanggeng. Genangan air dilaporkan masuk hingga ke beberapa bagian pasar.
Berdasarkan hasil pantauan TopbNews.com di lokasi, Rabu (8/2/2026) genangan air masih terlihat di sejumlah lorong pasar. Air tampak menggenangi lantai lorong meskipun aktivitas perdagangan mulai kembali berjalan.
Salah satu pedagang pakaian dan parfum di lantai dua pasar, Rizal, mengungkapkan bahwa air masuk hingga ke dalam area jualannya. Ia menyebut hampir seluruh lantai dua tergenang.

“Air masuk dari berbagai arah, dari lantai tiga, dari bawah, bahkan lewat tangga darurat. Ada juga kebocoran dari saluran pembuangan”, ujarnya.
Ia menambahkan, para pedagang terpaksa menutup dan mengamankan barang dagangan mereka dengan cepat untuk menghindari kerusakan yang lebih parah.
Rizal berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan kondisi pasar yang merupakan salah satu ikon Kota Manokwari.
“Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah agar masalah ini segera diatasi”, katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Mama Gode, pedagang cabai dan sayur di lantai satu pasar. Ia mengatakan banjir mencapai ketinggian sekitar 15 sentimeter dan merendam dagangannya.

“Air masuk sampai ke lantai satu, jualan saya juga ikut terendam”, ungkapnya.
Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang. Dengan nada bercanda, ia menyebut kondisi pasar saat banjir seperti “danau Sentani”.
Sementara itu, petugas kebersihan pasar, Manggara, menjelaskan bahwa banjir diduga disebabkan oleh ukuran pipa pembuangan yang terlalu kecil.
Menurutnya, pipa tersebut tidak mampu menampung aliran air, terlebih karena juga digunakan sebagai saluran limbah para pedagang.

“Pipa di dalam tanah terlalu kecil, sehingga sering tersumbat. Itu yang menyebabkan air meluap”, jelasnya.
Manggara juga menyebutkan bahwa dirinya telah membersihkan area pasar sejak malam hari setelah banjir terjadi.
Ia menambahkan bahwa Bupati Manokwari, Hermus Indou, telah meninjau langsung kondisi pasar pada malam kejadian dan melihat permasalahan yang ada.
Ia berharap pemerintah dapat segera mengganti pipa-pipa tersebut dengan ukuran yang lebih besar agar sistem drainase dapat berfungsi optimal saat hujan turun.
“Kalau pipanya diperbesar, mungkin air tidak akan meluap lagi seperti ini”, pungkasnya. (*)
Penulis : Rian Lahindah