Angka Stunting Hingga 34 Persen di Kerom, Bupati Perintahkan Semua Pihak Jadi Orang Tua Asuh

Kerom, TopbNews.com – Pemerintah Kabupaten Kerom mengapresiasi penyelenggaraan Kick Off Mandiri Sahabat Desa yang menyasar 200 keluarga resiko stunting yang tersebar di wilayah kerom dan merupakan inisiatif kolaboratif antara Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Bank Mandiri, yang digelar di Gedung Pramuka, Kamis 22 Mei 2025.

Bupati Kabupaten Kerom, Piter Gusbager mengatakan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting merupakan komitmen bersama dan menjadi momentum yang sangat penting.

“Ini moment yang sangat penting untuk kita bersama sama berkomitmen, konsisten dan berkelanjutan,” katanya kepada awak media.

Piter Gusbager menyebut masalah stunting berkaitan dengan masa depan generasi emas papua, masa depan bangsa dan negara.

“Kita menginginkan generasi generasi kita yang sehat, mereka tumbuh berkembang secara normal dan menjadi orang orang yang siap untuk berproduksi, produktif di masa masa yang akan datang,” ungkapnya.

Dia menjelaskan Pemerintah Kabupaten Kerom telah memiliki sebuah sistem yang sudah bergerak baik melalui Posyandu juga PKK di setiap Kampung.

“Jadi dana kampung yang kita kucurkan sudah ada alokasi untuk pencegahan stunting di seluruh kabupaten kerom,” ujarnya.

Menurutnya saat ini memang konsentrasi stunting berada di pusat padat penduduk seperti di Arso Barat, Skamto Dan Arso dengan angka prevelansi yang sangat tinggi yang memberi kontribusi pada data stunting di Provinsi Papua.

“Angka Prevelensi stunting di Kabupaten kerom yakni 34 persen diatas Provinsi Papua 21 persen, sehingga kita harus bekerja menekan angka itu minimal di angka 20 persen di bawah provinsi,” jelasnya.

Piter menambahkan Pemerintah Kabupaten Kerom terus berkomitmen dan akan terus bekerja, bergerak menekan angka stunting.

“Secara pribadi saya dan keluarga telah
menjadi orang tua asuh bagi beberapa keluarga yang ditunjuk tadi. Dan hal yang sama akan diikuti oleh yang lain sebagai gerakan sukarela, gerakan moral. Sebab hal hal ini tidak bisa hanya dilakukan secara formal oleh pemerintah tapi harus diikuti juga oleh semua pihak secara kolaboratif dan gotong royong,” paparnya.

Dirinya meminta kepada semua pihak di wilayahnya baik BUMN, BUMD, Para Tokoh, TNI/ Polri, Para Kepala OPD untuk bersama sama berkolaborasi menekan angka stunting dengan menjadi orang tua asuh.

“Saya optimis kalau kita konsisten, kita berkomitmen tidak memerlukan waktu yang lama, dalam satu dua tahun sudah bisa kita tekan angka stunting di kabupaten kerom sampai di angka 20 persen,” tandasnya.

Penulis : NatYo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!