
Bintuni, TopbNews.com – Aksi pemalangan jalan mewarnai duka keluarga korban kasus dugaan kekerasan seksual dan kematian anak berusia 11 tahun di Kampung Argosigemerai, SP5, Distrik Bintuni Timur, Teluk Bintuni, Papua Barat, Selasa (6/10/2026).
Pemalangan dilakukan keluarga korban sejak pukul 13.00 hingga 17.28 WIT dan sempat mengganggu arus lalu lintas menuju SP5. Aparat Polres Teluk Bintuni kemudian membubarkan aksi.
Selain memblokade jalan, sejumlah keluarga korban mendatangi Mapolres Teluk Bintuni. Mereka menuntut penyelesaian kasus melalui mekanisme adat. Polisi tetap melanjutkan proses hukum terhadap terduga pelaku yang telah diamankan.

Kapolres Teluk Bintuni, AKBP Marully Rachmat Azwar mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah laporan kematian anak tersebut. Terduga pelaku diamankan kurang dari 1×24 jam dan kini menjalani penyidikan.
“Kurang dari satu kali dua puluh empat jam terduga pelaku sudah ditangkap dan saat ini masih dalam proses penyidikan,” ujar Marully usai membubarkan massa di SP5.
Korban berinisial SM (11) sebelumnya dilaporkan hilang pada 3 Oktober 2026 di Kampung Argosigemerai. Dua hari kemudian, Senin (5/10/2026), korban ditemukan meninggal dunia.
Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, AKP Daud Kristian Ambumi menegaskan komitmen kepolisian menuntaskan kasus. Penyidik masih memeriksa saksi dan mengembangkan penyelidikan untuk penetapan tersangka.
“Untuk pelaku pembunuhan sementara telah diamankan di Polres Teluk Bintuni dan telah dimintai keterangan saksi-saksi. Prosesnya sementara berjalan,” kata Daud.

Aksi pemalangan sempat memengaruhi penanganan perkara. Sejauh ini satu orang diindikasikan sebagai terduga pelaku. Dalam aksi tersebut, polisi mengamankan dua orang untuk dimintai keterangan.
Daud menegaskan polisi akan menindaklanjuti apabila ditemukan pihak yang menghasut atau mengajak masyarakat melakukan tindakan anarkis.
“Kita bisa lihat siapa yang menjadi provokator, yang punya aksi berlebihan dan mengajak masyarakat melakukan hal-hal atau tindakan anarkis. Tentunya nanti akan kami panggil dan kami lakukan pemeriksaan,” tegasnya.
Kapolres mengimbau keluarga dan masyarakat tidak melakukan aksi yang mengganggu kamtibmas.
“Tidak perlu melakukan aksi-aksi yang dapat mengganggu ketertiban lingkungan masyarakat,” ujar Marully.
Ia memastikan tidak ada korban akibat bentrokan. Situasi keamanan di Kampung Argosigemerai dan sekitarnya terus dipantau.
Penulis : Marthina Marisan