
Manokwari, TopbNews.com – Aksi demo yang digelar Front Rakyat Papua (FRP) di Manokwari, Rabu (1 Mei 2024) diwarnai pengibaran bendera KNPB. Sejak pukul 09.00 WIT, ratusan massa terlihat bergerak dari Kampus Unipa Amban dan melakukan long march menuju Lampu Merah Makalou. Namun, langkah para pendemo terhambat ratusan aparat kepolisian yang sudah bersiaga di lingkaran tugu Fanindi.
Koordinator Lapangan pendemo, Bung Lotti saat berorasi dihadapan aparat berseragam PHH menyampaikan keluhannya karena aksi demo yang mereka gelar dipaksa bubar oleh aparat kepolisian.

Ia mengungkap, aksi demo dalam rangka memperingati aneksasi 61 tahun bangsa papua bergabung ke NKRI (1 Mei 1963 – 1 Mei 2024) dan mengatasnamakan Front Rakyat Papua (FRP) di Manokwari berjanji akan mengawal program pembangunan yang dilaksanakan di Tanah Papua.
Melalui pengeras suara, Korlap FRP juga menyebut kondisi Papua saat ini dalam keadaan darurat militer. Pihaknya mendesak agar pemerintah Republik Indonesia memberikan hak kepada orang asli papua untuk menentukan nasib sendiri bagi bangsa west papua.

Pantauan TopbNews.com, long march dan aksi damai FRP hanya berlangsung di lingkaran tugu Fanindi dan dikawal ketat aparat kepolisian dan TNI. Para pendemo membentangkan spanduk dan mengibarkan bendera KNPB berwarna merah. Usai menyampaikan orasi, para pendemo membubarkan diri dengan damai.
Penulis : Hengky Kadiwaru