
Jayapura, TopbNews.com – Kepala sekolah SLB Negeri 1 Jayapura, Kamino meminta Pemda Kota Jayapura untuk menambah tenaga pengajar pada Sekolah berkebutuhan khusus tersebut. Pasalnya hingga kini Sekolah hanya memiliki 17 tenaga guru yang mengajar 204 murid.
Hal Ini disampaikannya kepada Penjabat Sekda Kota Jayapura saat memantau langsung pelaksanaan Asesment Nasional Berbasis Komputer (ANBK), Senin (18/9).
“Saat ini peserta didik di SLB Negeri 1 Jayapura tahun ajaran 2023/2024 peserta didik sesuai dapodik berjumlah 204.
Dengan jumlah tersebut saat ini SLB masih mengalami kekurangan pengajar. Karena Dengan jumlah 204 siswa yang ada, kami sangat membutuhkan jumlah guru yang cukup dan memadai,” ujarnya dihadapan Pj Sekda Kota Jayapura, Roby Kepas Awi.
Dikatakannya, saat ini SLB negeri 1 Jayapura hanya memiliki 17 tenaga pengajar. Dimana idealnya para siswa harus diajar oleh 36 guru.

“Karena kalau batasan-batasan di jenjang reguler, setiap 1 rumbel itu 36 siswa. Dan untuk kami di SLB jenjang SD, 1 rumbel hanya untuk 5 Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
Namun yang terjadi di SLB kami untuk SD 1 rumbel ada yang sampai 14 siswa. Demikian juga untuk jenjang SMP dan SMA. Maximal harusnya 1 rumbel 8 siswa, tetapi yang ada di kami yang ada sampai 14 juga,” ungkapnya.
Disinggung Terkait pelaksanaan ANBK, Kepala sekolah SLB Negeri 1 Jayapura, Kamino menerangkan bahwa peserta ANBK jenjang SMP di SLB diikuti oleh 9 orang dari tuna rungu.
Menurutnya, dalam pelaksanaan ANBK Pihaknya mengalami beberapa kendala salah satunya terkait jaringan.
“Kendala yang kami hadapi terkait dengan jaringan internet yang kurang mendukung sehingga kami harus bersabar hingga jaringannya baik,” ujarnya.
Dirinya berharap apa yang menjadi kebutuhan kebutuhan dasar infrastruktur seperti jaringan internet dan sarana prasarana seperti ruang kelas yang sangat kurang dapat menjadi perhatian pemerintah bagi anak-anak bangsa yang berkebutuhan khusus.
“Kami telah sampaikan apa yang menjadi kebutuhan dasar, itulah hal-hal teknis yang kami harapkan pemerintah baik Provinsi, Kota maupun Pusat dapat memfasilitasi anak-anak berkebutuhan khusus ini sehingga kami dapat melayani dengan maximal,” Harapnya.

Sementara itu, Penjabat Sekda Kota Jayapura usai lakukan monitoring Pelaksanaan ANBK tingkat SMP di SLB Negeri 1 Jayapura sangat mengapresiasi seluruh guru yang telah terpanggil untuk melayani para siswa,
“Puji Tuhan dan Terimakasih kepada para bapak ibu guru yang telah dengan sabar berhadapan dengan siswa siswi dengan penuh kesabaran, kelembutan. Anak anak ini juga anak-anak bangsa oleh karena itu pemerintah harus hadir memberikan semangat kepada siswa, guru dan sekolah,” tuturnya.
“Kita tidak bisa melihat ini SLB milik siapa Provinsi kah, tapi ini anak bangsa yang juga menjadi perhatian pemerintah dan kami akan laporkan kepada Pj Walikota untuk bagaimana kami pemerintah kota bisa memberikan dukungan seperti yang tadi sudah disampaikan kepala sekolah terkait kebutuhan dasar infrastruktur bagi para siswa siswi di SLB Negeri 1 Jayapura ini,” pungkasnya. (*)
Penulis : NatYo