
Manokwari, TopbNews – Telkomsel memaparkan perjalanan panjang, investasi besar, dan komitmen pengembangan ekosistem digital di Tanah Papua dalam Kuliah Umum Program Mahasiswa Digital Bangun Negeri (PMDB) yang digelar di Manokwari.
Dwi Rahmat Irfan, dari Telkomsel menjelaskan pihaknya telah hadir di Papua sejak tahun 1996 atau hampir 29 tahun, dan terus memprioritaskan wilayah timur dalam pembangunan jaringan.
Pada 2014, Telkomsel bersama TelkomGroup membangun Sistem Komunikasi Kabel Laut SMPCS yang menghubungkan Sulawesi, Kalimantan, dan Papua dengan investasi mencapai Rp1,7 triliun.
Di tahun yang sama pula Telkomsel menjadi operator pertama yang menggelar jaringan 4G di Maluku dan Papua. Sementara itu, pada 2024 Jayapura menjadi kota pertama yang menikmati layanan 5G di Papua, disusul Sorong, Timika, dan Ambon. Telkomsel menargetkan layanan tersebut juga hadir di Manokwari pada 2026.
Perluasan layanan digital turut diperkuat dengan kehadiran IndiHome sejak 2016 melalui jaringan fiber optik untuk rumah dan kampus.
Dalam paparan, Dwi juga menjelaskan jaringan Telkomsel mencakup wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) di Papua melalui layanan berbasis satelit bekerja sama dengan Kominfo.
Ia memaparkan berbagai penyebab gangguan kabel laut seperti karang, jangkar kapal, arus kuat, dan gempa bawah laut. Namun Telkomsel telah menyiapkan sistem cadangan serta memberikan kompensasi seperti SMS gratis kepada pelanggan saat terjadi bencana.
Di sisi lain, Telkomsel juga mengembangkan kerja sama internasional dengan negara seperti Singapura dan platform seperti Traveloka, serta menyediakan inovasi layanan digital seperti T-Survey yang membantu mahasiswa dalam mengerjakan penelitian.
Dwi menekankan Telkomsel tidak hanya berfokus pada bisnis, melainkan juga peduli terhadap lingkungan dan kemanusiaan. Melalui Telkomsel Terra, perusahaan ikut terlibat dalam evakuasi dan pemulihan jaringan saat terjadi bencana, seperti banjir besar yang melanda Sumatra.

Telkomsel juga menjalankan program Jaga Bumi dengan menanam mangrove dan mendaur ulang kartu perdana menjadi produk kreatif ramah lingkungan. Memasuki usia 30 tahun, Telkomsel kini dipercaya oleh 157 juta pelanggan dan tercatat menyumbang 1,6 persen pendapatan nasional, serta dinobatkan sebagai salah satu tempat kerja terbaik di Asia.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga memaparkan perkembangan Program PMDB yang sejak 2022 telah menjangkau lebih dari 2.600 peserta dari Maluku dan Papua, dan menargetkan 3.000 peserta pada 2025. Mahasiswa yang hadir dalam roadshow PMDB di Manokwari akan memperoleh sertifikat online, kesempatan mengikuti bootcamp gratis pada masa libur semester, peluang magang di Telkomsel yang tahun ini ditingkatkan menjadi 25 peserta, serta kesempatan meraih hadiah total Rp28 juta.
Program ini membuka proyek untuk berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, lingkungan, ekonomi, kewirausahaan, dan pariwisata, yang dapat diikuti mahasiswa, alumni, maupun lulusan SMA. Dwi menutup sesi dengan mengajak generasi muda Papua dan Maluku untuk terus mengembangkan diri dan tidak ragu mengirimkan lamaran kerja melalui akun resmi telkomsel. (TOP-04)