
Manokwari, TopbNews.com – Sebanyak 25 mahasiswa asal Kabupaten Supiori terancam kehilangan tempat tinggal karena Pemerintah Kabupaten Supiori belum melunasi tunggakan kontrakan asrama di Kabupaten Manokwari selama kurang lebih 9 bulan.
Ketua Asrama Supiori Kabupaten Manokwari Olif Obaja Wambrauw mengatakan pemilik rumah telah memberikan batas waktu hingga hari Senin untuk penyelesaian pembayaran.
“Pemilik kontrakan memberikan waktu sampai hari Senin. Kalau belum ada tanggapan dan penyelesaian dari Pemkab Supiori, kami terancam harus keluar dari kontrakan ini,” ungkap Olif.
Ia berharap Pemkab Supiori segera memberikan perhatian serius. Keberadaan tempat tinggal sangat penting bagi mahasiswa Supiori yang kuliah di sejumlah perguruan tinggi di Manokwari.

Para mahasiswa juga meminta kejelasan pembayaran dan tidak ingin persoalan ini mengganggu aktivitas kuliah.
Selain melunasi tunggakan, mereka berharap Pemkab Supiori memikirkan solusi jangka panjang berupa pembangunan asrama permanen di Manokwari.
“Keberadaan asrama permanen akan jadi solusi agar persoalan serupa tidak terulang, sekaligus memberi tempat tinggal layak bagi generasi muda Supiori,” ujar Olif.
Pemilik rumah kontrakan, Mama Ferdinanda, membenarkan adanya tunggakan pembayaran selama 9 bulan. Ia memberi batas waktu hingga Senin. Jika belum ada penyelesaian, para mahasiswa diminta meninggalkan rumah.
Persoalan ini kini menjadi perhatian 25 mahasiswa Supiori di Manokwari. Mereka berharap Pemkab Supiori segera mengambil langkah agar tidak kehilangan tempat tinggal dan bisa fokus melanjutkan pendidikan. (*/TOP-01)