
Manokwari, TopbNews.com – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengapresiasi aksi Pungut sampah yang dilakukan oleh Yayasan Anak Air Pulau Papua (YAAPP) di kawasan Teluk Doreri dan Sawaibu.
Apresiasi diungkapkan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Papua Barat, Legius Wanimbo saat membacakan sambutan Gubernur Provinsi Papua Barat, Dominggus Mandacan, Sabtu (31/5).
Legius menyampaikan, hari lingkungan hidup sedunia, yang di peringati setiap tahun pada tanggal 5 juni, merupakan momentum penting untuk merenungkan kondisi lingkungan hidup, serta meningkatkan kesadaran dan tindakan nyata untuk melestarikannya.
“Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan, baik di tingkat pemerintah, lembaga non pemerintah, instansi swasta dan seluruh masyarakat yang dengan kesadaran serta rasa sukarela yang sangat tinggi dengan antusias ikut berpartisipasi dalam kegiatan pelestarian lingkungan yang kita gelar hari ini”, ucapnya.
Dikatakannya tahun ini, tema global hari lingkungan hidup sedunia adalah “Beat Plastic Pollution” atau “Mengalahkan Polusi Sampah Plastik” yang sudah menjadi agenda global para pemimpin dunia untuk mencari solusi terbaik dalam meminimalisir dampak yang sangat buruk terhadap lingkungan hidup.
Menurutnya, dari waktu ke waktu, lingkungan hidup semakin terancam dengan tingginya produksi sampah plastik yang tidak terkendali.
“Kondisi ini sangat berkaitan dengan isu tantangan lingkungan yang kita hadapi, seperti perubahan iklim dan kerusakan ekosistem, yang membutuhkan solusi inovatif dan berkelanjutan”, ujarnya.
Ia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Papua Barat memiliki tanggung jawab yang sangat signifikan terhadap lingkungan sejak
Papua Barat ditetapkan sebagai Provinsi Konservasi pada tanggal 19 oktober 2015.
“Penetapan ini merupakan komitmen besar untuk melindungi dan melestarikan sumber daya alam, keanekaragaman hayati, dan ekosistemnya”, katanya.
Komitmen ini diperkuat dengan pengukuhan melalui Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) Nomor 10 tahun 2019 tentang pembangunan berkelanjutan, yang mengamanatkan 70% hutan harus dilindungi dan 50% laut harus dilindungi.
Ia menjelaskan, kekayaan yang dimiliki Papua Barat dengan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati, menjadikan provinsi ini sebagai pintu masuk pariwisata yang dominan, khususnya pariwisata bahari.
“Salah satu destinasi yang kita miliki dalam wilayah Papua Barat adalah Taman Nasional Teluk Cendrawasih, salah satu taman nasional perairan yang ada di negeri ini, yang sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus menjaga dan melestarikannya sehingga dapat menjadi warisan berharga bagi generasi yang akan datang”, paparnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk memperingati hari lingkungan hidup sedunia tahun ini sebagai momentum untuk bertindak secara nyata, dimulai dari kebiasaan sehari-hari dari diri sendiri dengan mengubah gaya hidup, mengurangi konsumsi dan pemakaian plastik, berkomitmen untuk menerapkan pola-pola pemakaian bahan yang ramah lingkungan, dan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan pelestarian lingkungan
“Mari kita bersama-sama menjaga Papua Buarat sebagai provinsi konservasi yang menjadi kebanggaan indonesia dan dunia”, tutupnya. (*)
Penulis : Marthina Marisan