
Manokwari, TopbNews.com – Yayasan Anak Air Pulau Papua (YAAPP) menggelar aksi pungut sampah peringati World Environment Day Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Sabtu (31/5), di Perairan Teluk Doreri dan Sawaibu.
Daerah perairan dan pesisir Kabupaten Manokwari sangat potensial. Namun, pemanfaatannya belum dimaksimalkan bagi kesejahteraan penduduk lokal dan di perburuk oleh sumbangan sampah ke pesisir pantai hingga ke laut. Akibatnya, laut tercemar dan wisata pantai terpinggirkan.
Ketua Yayasan Anak Air Pulau Papua (YAAPP), Yan Agus Rumbewas mengatakan kegiatan Aksi Pungut Sampah di Perairan Teluk Doreri dan Sawaibu ini merupakan wujud nyata Kepedulian terhadap lingkungan.
Mengingat fasilitas yang tersedia sangat minim, Yan mengimbau kepada seluruh peserta agar tetap waspada dalam melakukan aktifitas.
“Untuk perahu yang kami sediakan ini dapat digunakan oleh peserta dan di sesuaikan saja jumlahnya, kemudian disini kami punya life jacket ini sangat terbatas sehingga kami mengimbau kepada para peserta agar tetap berhati-hati dalam melakukan aktifitas”, ucapnya.

Selain itu, Yan Agus Rumbewas yang juga merupakan seorang Kopral Kepala di Fasharkan TNI AL Manokwari, menjelaskan bahwa rute start di Pantai BLK sanggeng menuju Pasar Ikan, Wirsi, Borobudur, Pelabuhan Anggrem, Pulau Lemon, Kwawi dan berakhir di Pantai Pasir Putih Manokwari.
Diiringi derasnya hujan, tiupan angin dan gelombang tidak mengurungkan semangat dan tekad ratusan peserta untuk melakukan aksi tersebut.
“Kalau untuk orang lain mungkin cuaca yang kurang baik hari ini merupakan hambatan namun bagi kami Anak Air Pulau Papua ini merupakan sambutan alam terhadap kami”, ujarnya.
Selanjutnya, sampah yang telah dikumpulkan nantinya akan di muat ke pantai Pasir Putih Manokwari.
Ia berharap, melalui kegiatan ini dapat semakin meningkatkan kesadaran dari masyarakat dan Pemerintah Daerah akan bahayanya sampah yang tersebar di pesisir Kabupaten Manokwari.
“Saat ini kita kerja dan fokus pada lingkungan saja tentu nantinya kita akan diberikan ruang dari pemerintah daerah untuk menyuarakan tentang perjuangan kita dalam memelihara lingkungan, sehingga Pemerintah dan Masyarakat dapat melihat dengan jelas dampak dari bahayanya sampah di daerah Pesisir”, pungkasnya. (*)
Penulis : Marthina Marisan