
Jakarta, TopbNews- Pascaditangkapnya Gubernur Lukas Enembe, maka terjadi kekosongan kepala daerah di Provinsi Papua. Sejak meninggalnya Wakil Gubernur pada Mei 2021 silam, praktis hanya Lukas Enembe dibantu Sekda Papua yang menjalankan roda pemerintahan. Namun setelah Lukas ditangkap, maka saat ini Papua tidak memiliki kepala daerah.
Terkait hal itu, Menkopolhukam, Mahfud MD dalam keterangan pers di kantornya seperti dikutip dari chanel resmi Kemenkopolhukam RI, Rabu (11/1) mengungkapkan jika pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah strategis. Mahfud mengungkapkan telah ada koordinasi lebih lanjut dengan kementerian dan lembaga terkait.
“Sudah ada langkah-langkah yang disiapkan. Tidak boleh kosong. Pemerintah harus tetap lanjut. Langkah-langkah adminstrasi yang benar secara yuridis, telah siapkan,” ujar Mahfud.
Pembicaraan, kata dia, sudah dilakukan dengan Mendagri, Panglima TNI dan Kapolri. “Kita sudah rapat. Nnti ditunggu saja langkah berikut,” tandas Mahfud.
Sebelumnya, Selasa (10/1), KPK bersama tim gabungan menangkap Gubernur Lukas Enembe di salah satu rumah makan di Jayapura. Buntut penangkapan ini, sempat terjadi keributan di Mako Brimob, Kotaraja dan Bandar Udara Sentani. Satu orang pendukung Lukas Enembe, dikabarkan meninggal dunia dalam peristiwa ini.
Aparat sendiri hingga kini masih bersiaga di Kota Jayapura dan sekitarnya untuk mengantisipasi adanya bentrok susulan. (*)
Penulis: Sidarman