Puluhan Mahasiswa Asrama Isi Akhir Pekan dengan Pemeriksaan TB

Sosialisasi tahapan periksaan oleh kepala puskesmas Emereuw ( foto : NatYo / TopbNews.com)

Jayapura, TopbNews.com – Maraknya informasi terkait tingginya kasus TB di kota Jayapura, membuat Puluhan Mahasiswa di Asrama Liboran Padang Bulan, Distrik Heram lakukan Screaning Tuberkulosis, Sabtu (23/3).

Ketua Asrama Liboran, Gristop Mulikma mengatakan, dari informasi yang diperoleh tentang pentingnya Screaning Tuberkulosis, pihaknya memutuskan untuk ratusan mahasiswa di asrma Liboran segera lakukan pemeriksaan.

“Jumlah mahasiswa Asrama liboran hingga saat ini sebanyak 250 orang yang masih aktif kuliah di tiga gedung asrama, dan tiap kamar diisi sekitar 7 hingga 10 mahasiswa, sehingga kami berinisiatif untuk dilakukan screaning dan penjaringan Tuberkulosis di asrama bagi seluruh mahasiswa,” kata Gristop.

Ia mengatakan, setelah mengikuti kegiatan pertemuan penjaringan Tuberkulosis beberapa waktu lalu, penyebaran penyakit menular TB dapat terjadi di sekolah, kampus hingga Astama.

“Dari data Dinkes Kota Jayapura terdapat kasus TB di beberapa Asrama mahasiswa, sehingga saya memutuskan agar Dinas harus turun ke asrama Liboran langsung periksa,” katanya.

Dia menambahkan, penjaringan dilakukan secepatnya untuk mencegah agar penyakit TB juga tidak cepat menular.

‘Kalau sudah tau penyakitnya berarti jangan pelihara penyakit karena akan menular ke teman teman lainnya. Karena pola kehidupan di asrama sangat berbeda, pola hidup penuh dengan persahabatan, bisa tidur berpindah-pindah tidak tinggal tetap di satu kamar sehingga penyebaran penyakit bisa cepat juga,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Emereuw di Padang Bulan Distrik Hedam, Ellis Mando yang turun langsung melakukan penjaringan dan Screaning mengatakan pihaknya melakukan Screaning kesehatan di asrama Liboran berdasarkan data dari Dinkes Kota Jayapura.

Kepala Puskesmas Emereuw – Ellis Mando ( Foto : NatYo/ TopbNews.com)

“Jadi hari ini kita lakukan penjaringan untuk screaning kesehatan untuk Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Penyakit Menular diantaranya TB dan infeksi menular seksual (IMS)”, kata Ellis.

“Penyakit TB dengan gejala batuk, jadi yang kita Screaning adalah Sputum atau dahak, walaupun seseorang tidak batuk tetap dahak bisa keluar itulah yang kita periksa”, sambungnya menambahkan.

Ellis mengatakan, kasus tertinggi di asrama Liboran adalah penyakit TB, dimana ada diantara mahasiswa yang menjadi pasien di Puskesmas Emereuw.

Lanjut Ellis, hasil screaning akan diketahui setelah 2 hari usai dilakukan pemeriksaan tes cepat molekuler di RSUD Abepura.

‘Jika diantara mahasiswa ada yang positif TB kita sampaikan langsung kepada mahasiswanya, dan kita segera dilakukan pengobatan secara intensif,’ pungkasnya. (*)

Penulis : NatYo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!