
Manokwari, TopbNews.com — Suasana haru dan bangga melingkupi Rumah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Yayasan Kasih Rumbai Koteka, Sanggeng, Manokwari, Sabtu (5/7/2025).
Sebanyak 187 siswa dari program pendidikan non-formal Paket A, B, dan C menerima ijazah sebagai bukti keberhasilan menaklukkan tantangan pendidikan di tengah keterbatasan.
Pendidikan alternatif ini digagas Yayasan Kasih Rumbai Koteka di bawah binaan Binmas Polda Papua Barat, sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan akses pendidikan yang inklusif dan fleksibel.
Ketua yayasan, Ayub Msiren, menyampaikan rasa bangga atas perjuangan para peserta didik, terutama mereka yang menyelesaikan Paket C, setara Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Saya berharap lulusan Paket C bisa melanjutkan ke perguruan tinggi atau langsung ke dunia kerja. Untuk siswa Paket A dan B, perjuangan belum selesai. Mari teruskan sampai tuntas,” ujar Ayub penuh semangat.
Dari total lulusan, 87 siswa berasal dari Paket A, 50 dari Paket B, dan 50 dari Paket C. Ayub juga mencatat peningkatan minat dari kalangan dewasa, termasuk para pegawai instansi pemerintah, yang mendaftar untuk mengejar ijazah guna memenuhi persyaratan administratif seperti kenaikan pangkat.
Hadir acara kelulusan Karo Ops Polda Papua Barat, Kombes Pol Bagiyo Hadi Kurniyanto memberi apresiasi peserta yang berhasil menyelesaikan pendidikan meskipun melalui jalur non-formal.
“Ijazah dari Paket A, B, dan C ini sah dan setara dengan pendidikan formal. Ini bukan hanya lembaran kertas, tapi tiket menuju masa depan yang lebih baik,” tegas Kombes Bagiyo.

Dirinya mengajak lulusan menjadi inspirasi dan motivator di lingkungan tinggal serta membagikan informasi tentang pentingnya pendidikan dan mendorong masyarakat untuk tidak berhenti belajar.
Yayasan Kasih Rumbai Koteka membuktikan keterbatasan bukanlah penghalang meraih mimpi. Melalui pendidikan non-formal yang gratis dan terbuka untuk semua kalangan, harapan baru telah lahir bagi ratusan warga Manokwari dan sekitarnya.
Penulis : Marthina Marisan