
Manokwari, TopbNews.com – Ketua Analisis Papua Strategis, Laus Deo Calvin Rumayom mengatakan, usia 170 Tahun Pekabaran injil di Tanah Papua ini merupakan Perjalanan Peradaban.
Perjalanan panjang tersebut kata Laus banyak sekali perubahan yang sangat cepat terjadi hingga di tahun 2025.
Laus Rumayom menyampaikan, Perayaan HUT PI hendaknya tidak digelar sebagai acara seremonial saja tetapi dapat menjadi tolak ukur untuk berpikir bahwa 30 Tahun kedepan akan menuju 200 Tahun.
“Saya berharap perayaan ini tidak di rayakan secara seremonial saja tetapi 170 Tahun ini kita harus jadikan momen untuk berpikir bahwa kurang 30 tahun lagi kita menuju 200 Tahun”, ujarnya.
Oleh sebab itu, ia berharap kepada seluruh Gereja yang ada di Tanah Papua untuk terus mempersiapkan sumber daya manusia Gereja Kristen Injili di Tanah Papua (GKITP).
Ia menambahkan, untuk memajukan Tanah Papua kuncinya hanya satu yakni dimulai dari memperbaiki dunia pendidikan.
“Sistem pendidikan kita tidak lagi hanya menyiapkan orang dapat ijazah, tetapi sistem pendidikan kita adalah membuat orang Papua Mampu Bersaing”, jelasnya.
Ia juga berharap dengancterang injil di Tanah Papua ini dapat memberkati generasi penerus di masa depan yang mampu bermimpi besar.
“Kita juga bermimpi suatu saat orang Papua juga bisa buat mobil, pesawat, drone dan kapal selam dan untuk mencapai hal ini perlu ada mimpi yang besar kesana”, tandasnya.
Penulis: Marthina Marisan