Yames Awaeh Bawa Semangat Hari Radio Ke Tengah Masyarakat, RRI Manokwari Gelar Aksi Sosial

Manokwari, TopbNews.com – Memperingati Hari Radio ke-81, LPP RRI Manokwari menggelar aksi sosial ke sejumlah lokasi di Manokwari, Selasa (8/9/2026).

Di bawah kepemimpinan Kepala LPP RRI Manokwari Yames Awaeh, peringatan tahun ini diisi dengan ziarah, kunjungan, dan kepedulian kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Sanggeng untuk menghormati jasa para pendahulu.

Selanjutnya rombongan menyambangi Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Papua Barat dan melakukan ziarah ke TPU Anday.

Kepedulian RRI juga diarahkan ke dunia pendidikan. RRI Manokwari melakukan anjangsana ke Sekolah Pendidikan Guru Jemaat (SPGJ) Lahai Roi sekaligus menyerahkan bantuan sembako.

Bagi Yames Awaeh, peringatan Hari Radio bukan sekadar agenda seremonial. Ia menegaskan keberadaan RRI harus tetap dekat dengan masyarakat.

“Yang utama adalah hatinya. Saling memberi dan saling mengasihi satu dengan yang lain. Bukan karena nilai barang, tetapi hati dan kasih kepada manusia,” kata Yames.

Ia juga berpesan kepada para siswa SPGJ Lahai Roi agar tidak berhenti belajar dan membekali diri menghadapi tantangan yang semakin kompetitif. Selain pendidikan, Yames mengingatkan siswa untuk tetap dekat dengan Tuhan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SPGJ Lahai Roi, Pendeta Wendi Tambunan mengapresiasi kunjungan RRI. Ia menyebut bantuan tersebut menjadi berkat dan bukti kepedulian bagi sekolah yang siswanya berasal dari berbagai kampung di Tanah Papua, termasuk Jayapura.

“Terima kasih kepada RRI. Pemberian ini menunjukkan adanya kepedulian kepada kami,” ujar Wendi.

Melalui kegiatan ini, RRI Manokwari menunjukkan wajah lain radio. Tidak hanya hadir melalui siaran dan informasi, tetapi juga turun langsung menyentuh kehidupan masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Yames Awaeh, Hari Radio ke-81 menjadi momentum mengenang jasa pendahulu, memperkuat kepedulian sosial, dan mempererat hubungan RRI dengan masyarakat.

Bagi RRI, suara yang disiarkan ke udara akan memiliki makna lebih besar ketika dibarengi kehadiran nyata di tengah masyarakat. (*)

Penulis: Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!