
Teluk Bintuni, TopbNews.com – Konferensi III Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Teluk Bintuni resmi dibuka dengan penekanan kuat pada pentingnya profesionalisme, soliditas organisasi, dan peran strategis pers dalam pembangunan daerah.
Ketua PWI Papua Barat, Bustam, menegaskan organisasi PWI harus menjadi “rumah bersama” bagi seluruh insan pers.

Ia mengingatkan dinamika dan perbedaan dalam organisasi merupakan hal yang wajar, namun harus diselesaikan secara dewasa di dalam forum organisasi.
“Demokrasi dalam organisasi adalah cermin kebesaran jiwa kita sebagai insan pers. Pemilihan hari ini bukan sekadar perebutan jabatan, tetapi momentum memilih pemimpin yang mampu membawa PWI lebih maju, solid, dan bermartabat,” tegas Bustam.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas wartawan melalui uji kompetensi. Menurutnya, PWI tidak berorientasi pada jumlah anggota, melainkan pada kualitas dan profesionalitas.

“Kami tidak mengejar kuantitas, tetapi kualitas. Untuk menjadi anggota PWI harus melalui proses, termasuk uji kompetensi sebagai standar profesional,” ujarnya.
Bustam berharap melalui konferensi ini dapat lahir pemimpin definitif periode ketiga yang mampu menjawab tantangan dan harapan masyarakat Teluk Bintuni, sekaligus menjaga marwah pers sebagai pilar demokrasi.
Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, secara resmi membuka kegiatan tersebut, menyampaikan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap insan pers.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf dari Bupati yang tidak dapat hadir karena agenda penting.
Dalam sambutan, Joko menekankan pentingnya kolaborasi antara wartawan dengan semua pihak tanpa terkecuali.
“Kami berharap wartawan di Teluk Bintuni dapat terus meningkatkan profesionalisme, solidaritas, dan kontribusi dalam pembangunan daerah. Jangan hanya berkolaborasi dengan satu pihak, tetapi dengan semua pihak,” kata Joko.

Ia juga mengingatkan komunikasi menjadi kunci utama dalam membangun hubungan yang baik antara pemerintah dan insan pers.
“Perbedaan pendapat itu biasa, tetapi komunikasi harus tetap berjalan. Pemerintah hadir sebagai ‘orang tua’ yang menjadi payung bagi semua, termasuk wartawan,” tambahnya.
Konferensi III PWI Teluk Bintuni ini tidak hanya menjadi ajang pemilihan ketua baru, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat komitmen bersama dalam membangun pers yang sehat, profesional, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Penulis : Marthina Marisan