UTD RSUD Bintuni Gandeng Panitia MTQ XI Gelar Donor Darah

Bintuni, TopbNews.com – Langkah cepat dan inisiatif Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Kabupaten Teluk Bintuni menghadirkan layanan donor darah di arena Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XI menuai apresiasi.

Tanpa perencanaan panjang, kehadiran mobil UTD justru menjadi magnet kepedulian, dengan puluhan peserta dan tamu undangan antusias mendonorkan darah.

Direktur RSUD Kabupaten Teluk Bintuni, dr. Novita Panggau, mengungkap kegiatan donor darah lahir dari kepekaan melihat momentum berkumpulnya masyarakat dalam jumlah besar di lokasi MTQ.

“Kegiatan ini sebenarnya tidak direncanakan. Namun karena saya juga sebagai ketua tim kesehatan panitia MTQ dan melihat banyak masyarakat hadir, maka kami berinisiatif menghadirkan mobil UTD untuk menjemput para pendonor,” jelas dr. Novita.

Keputusan tersebut terbukti tepat sejak dibuka, layanan donor darah langsung diserbu pendonor dari berbagai kalangan, mulai dari peserta kafilah, panitia, hingga pejabat daerah.

Bahkan Wakil Bupati Teluk Bintuni dan sejumlah kepala dinas ambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut.

“Tidak kami sangka responsnya sangat baik. Banyak yang dengan sukarela datang untuk donor, ini menunjukkan kesadaran masyarakat mulai tumbuh,” ujarnya.

Meski tidak menetapkan target resmi, dr. Novita menyebut bahwa tambahan sekitar 20 kantong darah per hari sudah sangat berarti bagi kebutuhan pasien di RSUD.

“Kondisi di rumah sakit saat ini memang masih kekurangan stok darah. Jadi kalau kita bisa dapat 20 kantong dalam sehari, itu sudah sangat membantu pasien-pasien kami,” ungkapnya.

Ia mengakui selama ini kebutuhan darah di RSUD Teluk Bintuni masih belum sepenuhnya terpenuhi, meskipun berbagai kegiatan donor telah dilakukan.

Karena itu, pendekatan “jemput bola” melalui mobil UTD menjadi strategi efektif untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat.

“Dengan kita yang datang langsung ke lokasi kegiatan, masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit. Ini lebih memudahkan dan ternyata sangat efektif,” tambahnya.

Ke depan, inovasi layanan ini akan terus dikembangkan dengan menyasar kantor-kantor pemerintahan dan instansi lainnya. Program tersebut bahkan telah mendapat dukungan dari pemerintah daerah.

“Kami sudah koordinasi dengan Pak Sekda dan Pak Bupati, dan mereka sangat mendukung. Rencananya mobil UTD ini juga akan turun ke kantor-kantor agar lebih banyak lagi masyarakat yang bisa terlibat,” jelas dr. Novita.

Selain berdampak sosial, ia juga menekankan bahwa donor darah memiliki manfaat kesehatan bagi pendonor.

Setiap calon pendonor akan melalui pemeriksaan awal, termasuk pengecekan hemoglobin (HB) dan tekanan darah.

“Donor darah itu sehat. Kita bisa tahu kondisi tubuh kita sebelum donor. Jadi selain membantu orang lain, kita juga menjaga kesehatan diri sendiri,” katanya.

Selama pelaksanaan MTQ XI yang dijadwalkan hingga 8 April 2026, layanan donor darah akan tetap dibuka di posko medis untuk menjangkau lebih banyak pendonor.

Terkait ketersediaan darah, dr. Novita mengungkapkan bahwa golongan darah AB masih menjadi yang paling langka, sementara golongan A dan B juga kerap mengalami keterbatasan stok.

Untuk mengatasi hal itu, pihak UTD telah menyiapkan data pendonor yang dapat dihubungi sewaktu-waktu.

“Golongan darah AB itu paling langka. Kami biasanya simpan kontaknya dan hanya dipanggil saat benar-benar dibutuhkan,” jelasnya.

Melalui inisiatif ini, UTD RSUD Bintuni tidak hanya menjawab kebutuhan medis, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya donor darah.

Di tengah semarak MTQ, aksi ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai kepedulian dan kemanusiaan terus hidup dan tumbuh di Kabupaten Teluk Bintuni.

Penulis : Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!