Usai Dilantik, Wilson Hegemur Beri Penghargaan Wamendagri Emas Negeri

Wilson Mathias Hegemur Anggota MRPB saat memberikan keterangan kepada pihak TopbNews.com usai dilantik (Foto: Marthina/TopbNews.com)

Manokwari, TopbNews.com – Jadi kloter terakhir anggota MRPB yang dilantik setanah Papua, Wilson Mathias Hegemur menyampaikan ucapan terima kasih serta memberikan penghargaan berupa cendera mata Emas Negeri sebagai simbol adat kepada Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Jhon Wempi Wetipo, Sabtu (23/3/2024) di Manokwari.

“Sebetulnya cenderamata itu sebagai ungkapan syukur dari kami berempat yang paling akhir di lantik. Penghargaan yang saya berikan adalah salah satu pusaka dan simbol sakral dari suku Mbaham yakni Emas Negeri yang dikenal dengan sebutan (WENDI),” tutur Hegemur.

WENDI adalah simbol sakral atau penghargaan tertinggi terhadap kaum wanita. WENDI juga merupakan simbol peradaban. ”Kalau dari kita pu orang tua-tua bilang ini adalah simbol dari ibu pertiwi yang merupakan keyakinan suku Mbaham kami di Fak-Fak yaitu pusar dari kepulauan pasifik, nusantara bahkan sampai di madagaskar itu dari mbaham itu keyakinan kita,” akunya.

Pj Gubernur Provinsi Papua Barat, Ali Baham Temongmere saat menyerahkan Cenderamata berupa benda Pusaka WENDI dari suku Mbaham kepada Wamen, Jhon Wempi Wetipo, Sabtu 23/3/2024 (Foto: Marthina/TopbNews.com)

Kata Wilson, bagi seseorang yang telah diberikan Emas Negeri (Wendi), maka akan terjadi ikatan emosional dan kebatinan, sehingga menjadi bagian dari keluarga suku Mbaham. “Ketika kita kasih WENDI kepeda seseorang, misalnya itu akan menjadi ikatan emosional, kebatinan kita kepada yang puan, seperti yang tadi kita kasih ke pak Wamen itu artinya pa Wamen sudah menjadi bagian dari keluarga kita atau tubuh kita dengan penghargaan tertinggi,” ucapnya.

Penyerahan benda pusaka WENDI kepada Wamendagri dipercayakan kepada Penjabat Gubernur Provinsi Papua Barat, Ali Baham Temongmere selaku anak asli dari suku Mbaham.

Sebelumnya, Maria Imaculata Saimar yang berasal dari unsur agama menyerahkan kain timor kepada Wamendagri. Disusul Jhoni Inden selaku perwakilan dari unsur adat memberikan kalung manik-manik sebagai simbol penghargaan suku Arfak. Serta Edward Orochomna perwakilan dari Unsur Adat memberikan mahkota Cenderawasih. (*)

Penulis : Marthina Marisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!