
Jayapura, TopbNews.com – Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Jayapura Everth Nikolas Merauje mewakili Pj Walikota Frans Pekey, mengaku bangga, karena sudah banyak minat dari anak-anak asli daerah yang mengikuti pelatihan dan uji sertifikasi dalam bidang jasa konstruksi.
Hal ini dikatakannya saat membuka Pelatihan dan uji sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi di Balai Jasa Konstruksi PUPR Kota Jayapura oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Jayapura bekerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi wilayah VII Jayapura, Senin (3/7).
“Kalau tidak mempunyai kompetensi, kita tidak akan dipakai. Artinya pelatihan ini sangat penting sekali. Kita tidak bersaing dengan kita yang di Jayapura saja. Jadi mulai berpikir yang positif, membangun diri dengan memanfaatkan kesempatan yang pemerintah berikan,”katanya.
Pelatihan yang sudah dilaksanakan selama dua kali ini menurut Merauje, akan terus digelar sehingga pengusaha-pengusaha asli Papua yang ikut sudah bersetifikasi dan mereka akan siap bersaing.
“Tidak perlu lagi demo kalau tidak dapat proyek. Karena sertifikasi yang akan menentukan saudara semua berkualitas atau tidak. Tidak perlu ribut. Kalau kita tidak bisa kerja, tidak boleh kita ribut. Nanti kalau bangunannya rubuh, bisa menjadi temuan dan berujung ke penjara. Karena BPK dan KPK juga punya ahli konstruksi,” pesannya.
“Program ini direncanakan akan berjenjang dengan penggunaan dana otsus. Pastinya akan diberikan ke jenjang berikutnya dengan syarat dasar SMA dan tidak SD lagi. Jenjang berikut minimal S1,” tegas Merauje.
Sementara itu Kepala Seksi Pelaksana Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII Kota Jayapura, Dwi Retno Wardani dalam laporannya mengatakan tantangan utama saat ini adalah peningkatan usaha jasa konstruksi.

Untuk itu perlu ada peran aktif dan sinergitas seluruh pihak. Khususnya OPD yang berkaitan langsung guna menciptakan ruang bagi peningkatan masyarakat konstruksi yang dilatih dan bersertifikat.
Dwi Retno menjelaskan untuk pelatihan kali ini adalah di tingkat mandor dan bisa juga ditingkat pelaksana serta pengawas.
“Saat ini pelatihan yang diikuti spesifikasi tukang batu dan tukang kayu. Jadi pelatihan yang diikuti ini masih di tingkatan dasar yakni level satu dengan pendidikan terakhir boleh tamatan SD dan pengalaman boleh nol tahun. Jadi ini dianggap bahwa yang ikut adalah tenaga-tenaga yang akan dididik yang tidak punya pengalaman,”urainya.
Menurut Dwi, semua jenjang yang diikuti harus ada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Dalam pelatihan ini semua materi yang diberikan berdasarkan SKKNI yang sudah dibentuk dan dibuat oleh Kementerian PUPR.
Ditempat yang sama Sekertaris Dinas PUPR dan PPK Kota Jayapura Yayong Baddu menjelaskan sesuai arahan dari Asisten I bahwa pihaknya mengadakan pelatihan pertukangan kayu dan batu ini adalah sebagai dasar wiraswasta.
“Sebab ini nantinya mereka dilatih bagaimana caranya memasang batu yang benar dari fondasi sampai ring balok atas, sementara untuk pertukangan kayu nantinya diberikan pelajaran bagaimana membuat kusen pintu yang bagus. Sehingga jika para peserta ini sudah ada dasarnya, maka akan menjadi seorang tukang kayu dan tukang batu,” jelas Yayong.
Pelatihan akan berlangsung selama 14 hari dan diikuti oleh 55 orang peserta. (*)
Penulis : Natalia