Tuntut Perbaikan Tarif dan Transparansi : Ratusan Driver Taksi Online Geruduk Kantor Maxim Sorong

Aksi damai yang digelar pengemudi taksi daring dari komunitas driver taksi online (Maxim) se-Papua Barat Daya, Jumat (19/9/2025). Memprotes kebijakan perusahaan yang dianggap merugikan pengemudi. (Foto : TopbNews.com)

Sorong, TopbNews.com – Ratusan pengemudi taksi daring dari komunitas Driver Taksi Online (Maxim) se-Papua Barat Daya, menggelar aksi damai di depan kantor Maxim Kota Sorong,Jumat (19/9/2025).

mostbet

Aksi dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan perusahaan yang dianggap merugikan, terutama terkait tarif, sistem aplikasi, dan pemutusan akun driver.

Koordinator aksi, M. Herold Buyung dan Sahrul Waris didampingi 50 pengemudi datang menggunakan kendaraan pribadi roda dua dan roda empat. Mereka tiba di kantor Maxim sekitar pukul 10.50 WIT. Rombongan membawa sejumlah tuntutan utama yang ditujukan langsung kepada pihak manajemen.

Beberapa poin tuntutan yang disuarakan para driver antara lain, perbaikan sistem tarif yang dirasa terlalu rendah dan tidak sebanding dengan biaya operasional, transparansi dan keadilan dalam sistem aplikasi, serta keadilan dalam pemutusan akun yang kerap dilakukan sepihak tanpa alasan jelas.

Para driver juga mendesak pihak manajemen lebih mendengarkan aspirasi pengemudi lokal dan berharap aksi ini dapat meningkatkan kesadaran publik dan pemerintah daerah mengenai persoalan yang mereka hadapi.

Menanggapi tuntutan, salah satu staf Maxim, Fandi, mengatakan akan meneruskan seluruh aspirasi yang disampaikan kepada pimpinan pusat. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada kuota pendaftaran driver di seluruh Indonesia, sehingga penutupan pendaftaran tidak dapat diputuskan olehnya.

Terkait stiker, Fandi menjelaskan bahwa stiker yang ada di kendaraan driver adalah stiker resmi dari kantor pusat Maxim dan penarikan stiker dikenakan biaya yang memiliki dasar hukum.

Setelah menyerahkan poin-poin tuntutan pukul 11.26 WIT, massa aksi membubarkan diri dengan tertib. Aksi audensi ini merupakan wujud protes kolektif para driver yang ingin menunjukkan dampak nyata jika mereka berhenti beroperasi, sebagai bentuk tekanan kepada pihak manajemen.

Para driver menuntut agar pihak Maxim menghentikan pendaftaran driver baru, memulihkan akun mitra yang diputus sepihak, meninjau ulang kenaikan komisi potongan, dan membebaskan biaya pemasangan stiker. (TOP-PBD1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!