
Manokwari, TopbNews.com – Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Barat, menggelar Sosialisasi Pentingnya Pemenuhan Gizi Keluarga, bertempat di Rumah Gizi Kasuari, Jumat (7/7).
Pj. Ketua Tim Penggerak PKK Papua Barat Roma Megawanty Waterpauw mengedukasi para ibu, untuk rajin ke posyandu jika berada dalam masa kehamilan. Ia juga mengingatkan para ibu untuk lebih memperhatikan perkembangan anak-anak karena kelak menjadi generasi emas bangsa Indonesia.
“Kunci sukses anak harus didasari dukungan penuh orang tua yang bekerjasama tanpa gengsi demi kebaikan anak di masa depan,” ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, orangtua harus bijak dalam perencanaan dengan mengedepankan jarak usia anak, sehingga tidak terbebani ketika masuk dunia pendidikan.
“Orang tua jangan gengsi untuk masa depan anak, ayah dan ibu harus bekerjasama untuk masa depan anak. Anaknya diatur jaraknya agar pertumbuhan dan pendidikannya berjalan dengan baik, kalau terlalu dekat jaraknya nanti susah rawatnya begitupun pendidikannya nanti,” terangnya.
Pj. Ketua TP PKK Papua Barat, Roma Megawanty juga menguraikan pentingnya peran rumah gizi yang memiliki anak binaan dan ditangani langsung oleh TP PKK Papua Barat. Pertama, bertujuan untuk mendukung program pemerintah pusat untuk menekan angka Stunting 14% secara nasional tahun 2024. Kedua, ini merupakan tugas pokok di Pokja IV.

“Dengan keberadaan rumah gizi ini diharapkan tidak lagi ditemukan anak-anak kurang gizi dan Stunting. Jarak yang lebih dekat dengan objek yang merupakan peserta dari pembinaan diharapkan mereka menerima kemudahan untuk jauh-jauh kerumah gizi,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Pj Ketua TP PKK juga memberikan bantuan kebutuhan pokok, pemberian makanan bergizi dan susu guna mendukung arahan pemerintah pusat menekan Stunting.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Otto Parorongan meminta kepada orang tua, khususnya bapak selaku kepala rumah tangga agar turut serta mengantarkan anak ke posyandu apabila memungkinkan, atau saat sang Ibu berhalangan, demi masa depan dan kesehatan anak.
“Saya apresiasi kepada tiga orang bapak yang mengantarkan anaknya ke Posyandu bersama isteri, hal ini patut dijadikan teladan oleh setiap kepala keluarga,” katanya.
Kepala Dinas PPPA Papua Barat, Elsina Sesa juga menjelaskan tentang kesetaraan gender dalam lingkungan keluarga, sehingga antara ayah dan Ibu tidak lagi ada batas ruang tanggungjawab dan peran dalam rumah termasuk didalamnya dalam merawat dan membesarkan anak, karena kerjasama dalam keluarga penting untuk kesejahteraan, kebersihan dan keteraturan serta teladan bagi anak dan keluarga.
“Perlu diingat agar dibedakan antara kesetaraan gender yang menyangkut peran antara pria dan wanita dengan kodrat yg datang dari Ilahi,” tutupnya.
Penulis : Redaksi