Tokoh Intelektual Papua Pegunungan, Apresiasi Presiden RI Atas Pembangunan 2.200 Rumah

Tokoh Intelektual Papua Pegunungan, Irwanto Halitopo (Foto : Istimewa)

Wamena, TopbNews.com – Tokoh Intelektual Provinsi Papua Pegunungan Irwanto Halitopo, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, atas bantuan pembangunan 2.200 unit rumah di Provinsi Papua Pegunungan.

Irwanto mengatakan ini merupakan bentuk perhatian Presiden terhadap kebutuhan masyarakat di papua pegunungan, yang berada di 8 Kabupaten sekaligus merupakan langkah positif dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami mengajak kepada seluruh masyarakat papua pegunungan yang ada di 8 kabupaten, untuk mendukung program pemerintah pusat ini. Tentunya juga dengan melibatkan masyarakat secara aktif bukan hanya sebagai penerima manfaat namun ada masyarakat kita yg memiliki kemampuan sebagai tenaga kerja juga dapat dilibatkan dalam proses pembangunan”, terang Tokoh Intelektual Papua Pegunungan, Irwanto Halitopo kepada wartawan di wamena, Jumat (15/8).

Irwanto menyebut, bantuan 2.200 unit rumah ini tercatat sebagai sejarah penting bagi masyarakat yang menyambut dengan sukacita pembangunan rumah ini di Provinsi Papua Pegunungan.

“Saya pernah menjabat kepala dinas perumahan di Lanny Jaya, bangunan seperti ini kami berjuang melalui dana DAK, mengusulkan 100-200 rumah, tetapi hanya mendapat 10-20 unit rumah, tetapi bantuan Presiden untuk Papua Pegunungan sangat luar biasa”, jelasnya.

Menurut Irwanto, pembangunan tidak akan sukses kalau tidak didukung oleh 8 Bupati dan juga OPD terkait, serta seluruh tokoh dan masyarakat di masing-masing kabupaten, sehingga harus ada kerja sama yang baik agar proses pembangunan bisa sukses sesuai dengan harapan masyarakat.

“Kami percaya bahwa kabupaten jayawijaya sebagai ibu kota provinsi dapat menjadi barometer untuk delapan kabupaten dalam suksesnya pembangunan 2.200 unit rumah”, ujarnya.

Ia juga memberi masukan kepada Pemerintah Pusat, pembangunan rumah hendaknya berbasis kearifan lokal, dan dapat memperhatikan arahan yang disampaikan oleh Gubernur Papua Pegunungan, Jhon Tabo secara struktur kamar mandi/sarana MCK bisa dibangun terpisah dari bangunan induk atau diluar rumah.

“Kehidupan masyarakat kami di 8 kabupaten provinsi papua pegunungan sangat berbeda jauh dengan masyarakat diluar papua, apa lagi letak geografisnya”, ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut Irwanto mengapresiasi Bupati Jayawijaya yang telah membagi secara merata bantuan di semua distrik yang ada di Kabupaten Jayawijaya.

“Ini bisa menjadi contoh bagi kabupaten lain di provinsi papua pegunungan, yang tentunya memperhatikan ketentuan teknis berbasis data BNBA (by name by addres)” sebutnya.

Masih menurutnya, guna menghindari tantangan dalam proses pembangunan 2.200 unit rumah di Provinsi Papua Pegunungan, seperti masalah keamanan dan stabilitas, logistik dan infrastruktur, masalah sosial dan budaya, tantangan teknis dan administrasi perlu melibatkan pengusaha Orang Asli Papua Pegunungan (OAPP) agar berjalan sesuai dengan harapan pemerintah.

“Kami tau bahwa pekerjaan sekecil apapun dimana-mana itu selalu ada tantangan, maka pemerintah harus melibatkan pengusaha anak daerah di masing-masing kabupaten”, pungkasnya. (*)

Penulis : Rachel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!