Terkendala Pasokan Air, REI Papua Barat Harap Kedepan PDAM Kolaborasi Dengan Swasta

Ketua DPD REI Papua Barat, Julius Louis (Foto : Tesan/TopbNews.com)

Manokwari, TopbNews.com – Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Papua Barat, Julius Louis mengemukakan, kendala terbesar yang dialami developer adalah persoalan pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

mostbet

“Yang ada kekurangan hanya PDAM. Air itu yang menjadi masalah, karena bagian penting dari rumah adalah air dan listrik. Kalau listrik, PLN sudah membantu dari sisi pengadaan tiang. Dimana dibiayai oleh kami developer dan dibantu oleh PLN untuk keringanannya. Untuk PDAM kalau masih senin, kamis dan sabtu nyala itu masih bagus, ini kadang-kadang tidak nyala,” ujar Julius Louis kepada wartawan usai Pembukaan Diklat REI se-Tanah Papua, di Aston Niu Hotel, Manokwari, Kamis (21/9).

Pihaknya berharap, khusus di Manokwari PDAM harus independen atau bekerja sama dengan pihak swasta untuk pengelolaannya.

“PDAM harus berdiri sendiri atau kerja sama dengan pihak swasta untuk mengelolanya, apalagi sumber air di Manokwari juga banyak. Karena air sumber utama bukan hanya bagian dari perumahan tapi semua kita butuh air. Jangan hanya air tangki saja,” katanya.

Sementara itu, tantangan yang dihadapi REI Papua Barat selama ini menurut Julius ada 3 hal yaitu, pertama persiapan lahan dimana sering dijumpai kontur tanah yang berbukit, rawa dan lainnya.

“Tantangan kedua hubungan dengan masyarakat kami terbuka dengan masyarakat terkait pembayaran bisa beli putus atau bisa juga dicicil dan sebagainya. Kami belum melihat terlalu bermasalah sebagai developer karena memang real diberikan, dibangun dan masyarakat juga bangga,” ucap Julius Louis.

Tantangan lainnya lanjut Ketua DPP REI Papua Barat, Julius Louis lebih ke daya beli masyarakat, dimana masyarakat belum teredukasi terkait kepemilikan rumah.

“Karena pengetahuan masyarakat yang menganggap bahwa tidak penting rumah jadi sewa saja itu menjadi tantangan bagi kami sebagai developer, karena dengan pemikiran itu sifatnya tinggal sementara atau kerja dan lainnya padahal harusnya kalau dia punya rumah itu akan jauh lebih baik sebagai investasi jangka panjang. Itu tantangan kami karena masyarakat masih belum terlalu teredukasi terkait kepemilikan rumah,” terangnya.

Disinggung soal peran pemerintah, Julius mengatakan, peran pemerintah sangat baik terutama dari Provinsi Papua Barat yang menjaga agar pertumbuhan ekonomi tidak terlalu turun, tetap stabil atau meningkat dan mengkoordinasikan dari setiap stakeholder untuk penyerapan anggaran harus cepat berjalan.

“Sedangkan khusus di Manokwari Pemkab membantu dalam proses perizinan sehingga tidak ada masalah yang dihadapi REI Papua Barat sejauh ini,” tandasnya.

Penulis : Tesan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Hati-hati menyalin tanpa izin!