
Manokwari, TopbNews – Pembongkaran Pasar Sanggeng, diperkirakan akan mempengaruhi pendapatan mereka. Imbasnya, cicilan yang menjadi tanggungjawab para pedagang ke bank pemberi pinjaman akan terganggu. Terkait hal itu, Bupati Manokwari, Hermus Indou mengatakan akan segera mengundang pihak perbankan membicarakan hal tersebut.
Namun kebijakan yang akan diambil, menurut Hermus, tidak berlaku bagi pedagang yang mendapat kios di pasar sementara. “Kalau misalnya ada toko yang sudah kita siapkan dan sudah beroperasi berarti kewajibannya tetap dijalankan. Kecuali bagi yang tidak dapat toko dan terpaksa istirahat sementara. Sehingga pemda bertanggungjawab untuk itu. Kita akan undang Bank Mandiri, BRI, Bank Papua, datanya akan kita inventaris semua,” tegas Bupati Hermus sembari berharap ada kebijakan juga dari pihak perbankan.
Sebelumnya, Asosiasi Pedagang, Basri menyampaikan, para pedagang mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah. Namun mereka meminta pemda mencari solusi dari persoalan mereka. Mengingat dari data, tercatat pedagang aktif hampir mencapai 200 orang. Sementara kios/toko yang akan diresmikan 26 Februari mendatang di eks Taman Besi hanya mampu menampung 70 pedagang.
“Kami minta solusi terbaik buat pedagang aktif yang lebih dari 70 orang ini pak. Saya mewakili pedagang semua pak. Mereka menangis karena memikirkan kredit. Kebutuhan anak-anak, mereka mau kemana lagi pak,” ujarnya. (*)
Penulis : Tesan